Bob and Me : Umrah dan Haji

Loading...
Tahun 1982, sang maestro dan istri, menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Beberapa bulan sebelumnya, juga di tahun yang sama, keduanya melaksanakan ibadah umrah. 

Sebuah pengalaman rohani, sekaligus kewajiban bagi yang mampu, sehingga seharusnya menjadi cita-cita setiap muslim.
Sampai hari ini, masih cukup banyak orang yang mempertanyakan agama yang dianut sang Maestro. Saya sependapat dengan Gus Dur, yang menyebut bahwa jika kamu bisa melakukan kebaikan untuk semua orang, mereka tidak akan bertanya apa agamamu. Tapi setidaknya, kejadian tahun 1982 di atas bisa menjawab pertanyaan itu. Kalau mau jawaban lebih panjang, tatacara pemakaman keduanya saat meninggal juga menyiratkan hal yang sama.
Yang menarik adalah alasan keduanya berangkat ke tanah suci. Sungguh menyentak sentilan dua putri beliau yang ketika itu masih berusia 6 dan 9 tahun : mengapa papa dan mama tidak menunaikan shalat lima waktu?
‘Saya tidak memberikan jawaban apa-apa pada mereka. Tapi hati ini bagai kena petir di siang bolong. Perkataan anak-anak itu jadi beban pikiran sekaligus motor penggerak keinginan saya menjalankan ibadah sebagaimana mestinya.’ Itu penuturan sang Maestro yang ditulis majalah Amanah edisi 14 Juli 1988.
Sumber artikel : Pengalaman pribadi, kutipan Majalah Amanah

Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/7abe04e977db48c7b0cc0af7818d0121?
uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon