Walau kelihatannya mustahil, mendirikan bisnis modal kecil untung besar bukan angan-angan lho. Hal itu bisa terwujud jika kamu berguru dengan Bob Sadino.
Semua tentu tahu dong, almarhum Bob Sadino emang selalu jadi panutan siapa aja dalam berbisnis. Emang sih, apa yang dikatakan om Bob dalam kata mutiaranya kadang nyelekit. Tapi jangan salah, itu adalah pelajaran berharga dari seorang legenda bisnis.
Pria yang nama aslinya adalah Bambang Mustari Sadino ini merupakan contoh nyata seseorang yang keluar dari zona nyaman dan memulai bisnis dari nol.
Dalam wawancaranya dengan Bintang.com, Bob Sadino memberikan nasihat bagi yang pengin punya bisnis modal kecil untung besar.
Pengin tahu apa aja nasihat beliau? Yuk baca ulasannya di bawah ini.
1. Pilih bisnis yang kamu kuasai
Fokus dulu sama yang kamu pahami, pasti cepet untung deh (Liputan 6)
Pengin punya bisnis modal kecil untung besar? Jangan pernah niru orang lain, pilih aja bisnis di sektor usaha yang kamu kuasai.
Dengan melakukan hal ini, kamu bakal menghemat waktu. Setuju gak?
Ketika bidang usaha itu udah kamu pahami, artinya kamu gak bakal repot-repot lagi dalam melakukan riset. Kamu udah tahu produknya seperti apa, keunggulan dan kekurangannya gimana, dan siapa yang jadi pasarnya.
Tanpa butuh waktu lama, kamu pasti bisa mengeksekusi bisnis ini. Dan kamu juga bisa lebih mudah dalam melakukan analisa laba rugi buat masa depan.
Langkah kedua adalah bikin bisnismu beken di kalangan teman-teman.
Kenapa teman-teman dulu? Soalnya kalau teman-temanmu tahu kamu punya usaha, maka ada dua kemungkinan yang bakal terjadi: pertama adalah dia bisa jadi calon pelangganmu, dan yang kedua dia bisa jadi mitra bisnismu.
Buat yang kedua, kamu tentu paham dong dengan pentingnya memperluas jaringan bisnis alias networking. Jika emang teman-temanmu bisa membantu mengembangkan usaha, tentu kamu yang untung bukan?
3. Jangan gunakan pihak ketiga buat promosi
Ketika sukses, apapun bisa terbeli termasuk Jaguar, Mercedes-Benz, dan kawan-kawannya (Kontan)
Nasihat ketiga ini erat kaitannya sama aktivitas marketing. Pokoknya jangan sampai terjebak menggunakan jasa dari pihak ketiga buat melancarkan strategi promosi.
Apa maksudnya pihak ketiga? Pihak ketiga bisa dikatakan sebagai agency atau konsultan.
Ketika kamu memutuskan buat menggunakan jasa mereka, otomatis bakal ada biaya yang kamu keluaran bukan? Semurah-murahnya jasa mereka, tentu lebih murah lagi kalau kamu sendiri yang merancang strategi promosinya.
Itu dia sebabnya mengapa om Bob memberi nasihat biar kamu memperdalam ilmu komunikasi pemasaran. Kalau bisa melancarkan strategi komunikasi yang baik, maka kamu gak perlu keluar duit lagi buat sewa pihak ketiga.
Nasihat keempat erat kaitannya dengan hal-hal seputar arus kas usahamu. Semua bisnis yang berjalan tentu ada modalnya, ada yang modal duit ada juga yang cuma modal tenaga.
Tapi khusus buat bisnis yang modalnya duit, arus kas hukumnya wajib dijaga. Itu dia sebabnya kamu harus bikin prioritas terhadap proyek-proyek apa yang bakal kamu lakukan dalam waktu dekat dan berapa anggaran biayanya.
Ketika kamu gak bikin prioritas, maka kondisi keuangan makin berantakan. Misalnya, karena gak pernah menganggarkan biaya, aktivitas promosi mungkin jadi gak terkontrol. Semua kegiatan disponsorin, buka booth di sana-sini, pokoknya atas nama “promosi” biar produkmu terkenal.
Lama-kelamaan, segala dana yang dialokasikan buat promosi gak pernah menghasilkan returns yang signifikan. Dan sebagai pemilik bisnis, kamu malah merugi.
5. Jangan buru-buru minjam duit ke bank
Berawal dari bisnis telur ayam negeri, om Bob berhasil punya pasar swalayan (Metrotvnews)
Buat mendirikan bisnis modal kecil untung besar, kamu gak perlu buru-buru minjam dana ke bank. Nanti aja, toh bisnis kamu itu bukan bisnis modal gede. Ya gak?
Bob Sadino menyarankan biar kamu mengajak saudara atau teman buat berinvestasi di bisnismu. Ketika bisnis itu udah menguntungkan, jangan lupa buat membaginya dengan mereka.
Dengan mekanisme ini, sama aja dengan memberikan mereka saham buat usahamu. Gak nutup kemungkinan, jika sewaktu-waktu bisnismu laris, maka mereka berani berinvestasi dengan dana yang lebih besar lagi.
6. Gunakan media sosial
Pebisnis zaman now tentu wajib punya media sosial dong. Karena hal ini bisa jadi senjata ampuh buat promosi.
Walau almarhum om Bob adalah pebisnis zaman old, dia tetap setuju dengan penggunaan medsos. Bob bilang kalau medsos emang praktis banget dalam membantu kegiatan promosi.
Tapi dalam penggunaannya, medsos juga gak boleh asal-asalan ya. Gak bisa tuh kamu asal tag, asal add, atau asal invite atas dasar promosi. Ujung-ujungnya, akun bisnismumu malah diblokir nanti.
Nasihat ketujuh ini sederhana banget tapi sulit diimplementasikan. Pokoknya, sebagai pengusaha dengan bisnis modal kecil, kamu harus tanamkan prinsip modal pas-pasan + kerja keras = memuaskan.
Artinya adalah, gak ada cara lain buat meraup keuntungan besar tanpa kerja keras. Bayangin deh, gimana bisa om Bob membangun sebuah raksasa bisnis saat dia mengalami musibah? Itu bisa terealisasi karena kerja keras.
Jadi seandainya kamu belum siap melakukan hal ini, mending kerja dulu aja deh. Siapkan mental. Kalau sudah oke, baru terjun 100 persen sebagai pengusaha.
8. Jangan bosan
Bisnis emang gak selamanya berjalan mulus dan untung terus. Bisnis ibarat roda yang berputar, kadang kamu ada di atas dan kadang ada kalanya kamu di bawah.
Gak usah menyerah ketika kamu diterjang masalah, apalagi sampai pindah ke usaha lain. Coba buat fokus dan cari terobosan buat menghadapi masalah itu.
Emang sih, ada kalanya kamu harus menjalankan bisnis baru yang emang sesuai dengan masanya. Tapi, itu semua dilakukan jika emang bisnis yang kamu jalani saat itu udah gak relevan.
Sebut aja seperti usaha rental DVD. Zaman sekarang bisnis kayak gitu mana laku bos, cari aja usaha lain.
9. Sabar
Gak ada yang instan, semuanya kudu sabar (Merdeka)
Apapun bisnisnya, kamu harus sabar dalam menjalaninya. Apalagi jika kamu pengin menciptakan bisnis modal kecil untung besar.
Membangun bisnis itu ibarat bangun rumah. Ketika pengin bikin rumah, kamu harus bikin fondasinya terlebih dulu biar bangunannya kokoh. Tanpa fondasi yang ada rumahmu bisa ambruk.
Sama halnya dengan bisnis, kan? Apakah bisnisnya Bob Sadino yang Kemchick itu langsung jadi sekejap mata? Tentu aja gak.
Siap membangun bisnis modal kecil untung besar?
“Bisnis itu cuma modal dengkul. Bahkan jika kamu gak punya dengkul, pinjam punya orang lain.”
Kalimat itu emang kedengarannya sesat, tapi itu yang keluar dari ucapan om Bob lho. Obrolan ini diutarakan olehnya ketika berbincang dengan seseorang.
Secara gak langsung, ucapan ini menandakan kalau bisnis dengan modal berapa aja pasti bisa nguntungin. Asal kamu siap dan serius dalam menjalankannya.
Nah sekarang kamu udah siap belum buat kerja keras demi mewujudkan bisnis modal kecil untung besar? Kalau emang kamu siap, selalu ingat sama sembilan nasihat ini ya.
Sumber : https://www.moneysmart.id/9-nasihat-bob-sadino-biar-bisnis-modal-kecil-untung/
Jangan takut memulai usaha. Barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti telur dan sayur itu sudah dicari orang. Tinggal keuletan saja mau berdagang, pembelinya sudah ada. Tak perlu repot-repot strategi ini-itu.
- Bambang Mustari Sadino-
Om Bob, panggilan akrabnya, sering mengisi seminar-seminar soal bisnis. Terutama kunci sukses bagi pengusaha muda. Om Bob juga dikenal selalu bicara ceplas-ceplos dalam seminar. Bahkan lucunya, dia pernah memarahi peserta seminar.
Peristiwa ini terjadi beberapa tahun lalu dalam sebuah seminar di Bandung. Seorang pemuda bernama Budi bertanya pada Om Bob.
"Pak Bob saya ingin berusaha dengan menjual telur. Bagaimana tipsnya agar telur saya laku?"
Om Bob pun menyindir Budi. "Kamu ini kok guoblok. Telur itu kan kebutuhan sehari-hari. Nggak perlu tips-tips, kamu jual di pinggir jalan juga laku." kata Om Bob.
Kontan Budi ditertawakan peserta seminar.
Lewat sindiran itu Om Bob ingin memberikan pesan. Jangan takut memulai usaha. Barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti telur dan sayur itu sudah dicari orang. Tinggal keuletan saja mau berdagang, pembelinya sudah ada. Tak perlu repot-repot strategi ini-itu.
Kondisi saat ini berbeda jauh saat Om Bob pertama kali berjualan telur ayam negeri. Saat itu di Indonesia orang-orang belum mengenal telur ayam negeri, tapi telur ayam kampung. Mereka menganggap telur yang dijual Om Bob aneh.
Karena itu Om Bob menjualnya pada ekspatriat alias warga negara asing yang tinggal di Jakarta dari satu pintu ke pintu. Perlahan orang mulai melirik telur ayam negeri.
Maka semoga para pemuda Indonesia berani mulai berbisnis. Memulainya dengan sebuah keberanian seperti Om Bob. [ian]
Sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/kisah-lucu-bob-sadino-sindir-peserta-seminar-bisnis.html
Pengusaha senior Bob Sadino wafat pada Senin, 19 Januari 2015. Sosok Bob yang keras dan eksentrik meninggalkan kenangan tersendiri. Sosoknya mewarnai dunia bisnis di Indonesia.
Siapa yang menyangka, pengusaha sekaliber Bob Sadino ternyata pernah diusir oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Alasannya apa lagi jika bukan penampilannya yang nyentrik: bercelana pendek jins dan bersepatu boot.
Peristiwa ini terjadi pada Juli 1988, saat Bob dan beberapa pengusaha nasional diundang rapat oleh Komisi IV DPR. Sebelum acara dimulai, pimpinan sidang mengeluarkan pernyataan yang membuat Bob agak geram. "Sebelum sidang ini saya buka resmi, sebaiknya Bapak Bob Sadino berpakaian dulu," begitu bunyi pernyataan tersebut.
Namun Bob berkukuh memakai "seragam harian" berupa celana pendek jins, kemeja kotak-kotak, dan sepatu tanpa kaus kaki. Bob langsung berdiri. "Baik, saya mohon maaf atas kejadian ini. Bila Dewan masih membutuhkan informasi dari saya, silakan datang ke rumah saya setiap saat," ujarnya. Bob lantas meninggalkan ruang sidang dan pulang. Anggota DPR pun cuma bisa melongo.
Menurut Zainal Abidin, kerabat Bob Sadino, Bob selalu mengenakan celana pendek dalam berbagai kesempatan. Meski selalu "membuka aurat", kata Zaenal, Bob bisa dibilang taat menjalankan ajaran agama. "Saya lihat sendiri, Om Bob rajin salat,” katanya kepada Tempo, Senin, 19 Januari 2015.
Bagi Zainal, Bob adalah guru terbaik yang mengajarkan perihal kehidupan, tidak cuma bisnis. "Salah satu ajaran beliau adalah bagaimana menghargai dan menghormati istri," ujarnya. Zainal memandang Bob sebagai pekerja keras. “Makanya dia bekerja terus dan terus."
Sumber : https://bisnis.tempo.co/read/636130/bob-sadino-pernah-diusir-dpr-bagaimana-ceritanya
Salah satu pembeda yang paling nyata antara sang Maestro dengan pengusaha lain adalah gaya busananya. Umumnya pengusaha, dalam berbagai acara resmi mengenakan stelan jas dan dasi.
Beliau, dalam berbagai acara resmi, konsisten sejak muda, hanya mengenakan celana buntung belel berbahan jeans, yang dipadu dengan hem lengan pendek kotak-kotak. Keduanya tidak dijahit rapi pada bagian ujungnya, sehingga benang-benangnya tampak lepas.
Hampir di setiap kegiatan yang dijalani sang Maestro, pilihan busana seperti itulah yang dikenakannya. Bahkan termasuk ketika memenuhi undangan para wakil rakyat yang sempat heboh di tahun 80an.
Pertemuan pada akhirnya tidak jadi dilaksanakan karena para anggota DPR yang terhormat tidak sudi dengar pendapat dengan tamu yang dianggap tidak sopan.
Dengan pakaian yang sama, juga di tahun 80an, beliau menemui tamu istimewanya, presiden Soeharto. Berturut-turut setelah itu, semua presiden kecuali Gus Dur, ditemui dengan pakaian yang serupa.
Celana buntung dengan hem lengan pendek tanpa jahitan, seakan sudah menjadi trade mark sang Maestro.
Jangankan saat menemui para presiden, bahkan saat memenuhi undangan dari rumah ibadah maupun lembaga keagamaan, trade mark itulah yang beliau tampilkan. Beliau lebih suka menolak undangan daripada harus keluar dari pakem berpakaian yang sudah menjadi cirinya.
Hanya pada 5 momen lah, sang Maestro rela keluar dari kebiasaannya berbusana, yaitu :
Referensi pihak ketiga
1. Menghadiri undangan pernikahan
Sebagai anggota masyarakat, sang Maestro juga sering mendapat undangan untuk menghadiri resepsi pernikahan dari banyak kenalan dan kerabat.
Pada acara seperti ini, beliau biasanya mengenakan stelan jas dan dasi. Terakhir, saya melihat oom Bob mengenakan pakaian adat saat menjadi saksi pernikahan Naomi Susan.
Referensi pihak ketiga
2. Melayat orang meninggal
Pada momen ini, sang Maestro biasanya mengenakan busana celana panjang dan hem lengan pendek. Keduanya berwarna sama, hitam.
3. Tidur
Sang Maestro adalah orang yang sangat konservatif. Di malam hari, saat-saat menjelang tidur, beliau mengganti pakaiannya dengan setelan piyama, celana panjang dan baju lengan panjang. Bahkan untuk event di luar kota, beliau membawa pakaian ini satu dua stel.
Referensi pihak ketiga
4. Berkuda
Olahraga berkuda, adalah olahraga yang sangat digemari sang Maestro, dan beliau benar-benar menekuni olahraga ini secara serius.
Bukan sekedar mahir menunggang kuda, beliau juga sangat memahami filosofi dan tata kramanya. Itu sebabnya, saat menunggang kuda, penampilan beliau memang lain dari biasanya.
5. Shalat
Dalam penampilan keseharian, sang Maestro memang menampilkan diri sebagai orang yang sangat tidak agamis. Bahkan di depan orang-orang dekatnya. Celana buntung, seringkali dipersepsi orang lain sebagai tida menutup aurat. Terlepas dari hal itu, dalam beberapa kegiatan di luar kota maupun di luar negeri, secara tidak sengaja saya melihat beliau shalat. masih dengan baju piyama plus bawahan mengenakan sarung. Ini juga barang bawaan yang tak pernah lupa dibawa di dalam koper.
Referensi pihak ketiga
6. Akhir kehidupan
Pakaian terakhir yang menyelimuti tubuh sang Maestro, adalah beberapa lembar kain kafan. Tidak ada lagi celana buntung belel berbahan jeans. Tidak ada lagi hem lengan pendek dengan kedua ujung lengan tidak berjahit.
Di akhir kehidupan, kain kafan lah pakaian wajib bagi setiap jenazah seorang muslim. Tentu saja, dengan pengecualian bagi mereka yang meninggal dalam kondisi khusus. Allahummagh firlahu, warhamhu ...
Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/5b4b29c81b02498ebaba8a54497fdfcc?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
Tidak banyak orang di Indonesia yang memiliki kedekatan dengan 4 orang presiden RI sekaligus. Sang Maestro, Bob Sadino, adalah bagian dari yang sedikit itu.
Dan uniknya, beliau bukanlah orang yang datang kepada mereka, tetapi sebaliknya. Para presiden itulah yang datang berkunjung.
Pemilik hak cipta: Zainal Abidin Sidik
1. Kunjungan yang legendaris dan tak terlupakan adalah kehadiran Presiden Soeharto ke kebun hidroponik yang dikelola sang maestro di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Adalah gubernur DKI kala itu, Tjokropranolo, yang memperkenalkan sosok petani nyentrik ini kepada sang presiden. Sosok pemimpin negara yang terkenal ketat dengan aturan protokoler, ternyata bisa menerima sang petani bercelana buntung.
Padahal, sang petani itu sempat 'diusir' dari gedung DPR, karena ketika datang memenuhi undangan para wakil rakyat, beliau hanya mengenakan pakaian yang sama.
Kekerasan hati seorang Bob Sadino, ditimpali dengan sikap penerimaan seorang pemimpin yang ingin belajar.
2. Hubungan persahabatan antara sang Maestro dan Prof. DR. Ing. BJ Habibie berlangsung cukup lama.
Perkenalan keduanya terjadi di Eropa, saat keduanya masih berdiaspora, membangun pondasi kehidupan di sana. Hubungan keduanya terus berlanjut saat keduanya memutuskan untuk kembali ke Indonesia.
Sejak itu, presiden BJ Habibie adalah pelanggan tetap Kemchicks di Kemang. Ketika sang Maestro dirawat di rumah sakit, beberapa kali pakar pesawat terbang kelas dunia ini datang menjenguk. Mereka berjumpa terakhir kali saat oom dalam keadaan koma.
Pak Habibie juga hadir di malam hari, sesaat setelah jenazah sang Maestro tiba dari rumah sakit, untuk memberikan penghormatan terakhir.
Pemilik hak cipta: Zainal Abidin Sidik
3. Entah angin apa yang mengundang presiden perempuan pertama dan satu-satunya yang pernah dimiliki Indonesia, hadir 4 atau 5 kali ke kediaman sang Maestro yang belum selesai dibangun (saat itu) di Sentul.
Yang pasti, ibu Mega dan sang maestro adalah sama-sama anak Menteng. Dalam beberapa foto yang dipublikasi, tampak jelas bahwa keduanya terlihat akrab dan tampil apa adanya.
Sang Maestro tetap dengan pakaian kebesarannya yang minim bahan, sedangkan sang presiden mengenakan pakaian casual, bukan pakaian dinas.
Pemilik hak cipta: Zainal Abidin Sidik
4. Kunjungan presiden dalam rombongan besar, adalah kunjungan yang dilakukan oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Beliau berkunjung ke pabrik sosis milik sang maestro di kawasan Pulogadung, dengan disertai serombongan pejabat tinggi militer. Rombongan datang dengan menumpang satu bus berkapasitas 40 seat.
Di photo session yang dirilis di berbagai surat kabar, tampak jelas para tamu mengenakan stelan safari yang necis, sedangkan tuan rumah tetap dengan pakaian khasnya, celana buntung berbahan jeans dan hem lengan pendek tanpa jahitan.
Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/ce12320feb324cb5bc79454ee8b735da?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
Maraknya dunia sosial media, yang dibumbui dengan berbagai kemudahan teknologi dalam pengolahan foto dan gambar, memunculkan kreatifitas dalam pembuatan meme.
Kutipan kata bijak, lucu ataupun nyeleneh, dituangkan bersamaan dengan ilustrasi gambar, bisa membuat pesan-pesan tersampaikan secara lebih efektif.
Dalam keseharian, anomali diartikan sebagai abnormalitas atau penyimpangan. Cukup banyak kutipan kata-kata dari sang Maestro, yang secara sekilas menunjukkan hal yang bersifat anomali itu.
Referensi pihak ketiga
1. Orang pintar mikir ribuan mil, jadi terasa berat. Saya nggak pernah mikir karena cuma melangkah saja. Ngapain mikir, kan cuma selangkah.
Kutipan ini, merupakan penyimpangan dari kutipan terkenal dari Lao Tse, seorang filsuf dari Cina, perjalanan bermil-mil jauhnya, dimulai dari satu langkah.
Sang Maestro adalah seorang yang sederhana. Bahasa Jawanya, tidak neko-neko. Tidak pernah berangan-angan terlalu tinggi.
Dalam banyak kutipan beliau, sering sekali mempertentangkan antara orang pintar dan orang bodoh. Walaupun saya tidak melihat sisi bodohnya, beliau memang mengidentikkan diri sebagai orang bodoh. Pikirannya, tidak sampai berpikir berjalan ribuan mil.
Filosofinya, hanya melangkah. Setapak demi setapak, dan itu tanpa perlu berpikir panjang. Orang pintar, sebalinya. Banyak berpikir, tapi justru akhirnya lupa melangkah.
Referensi pihak ketiga
2. Banyak orang bilang saya gila, hingga akhirnya mereka dapat melihat kesuksesan saya karena hasil kegilaan saya
Penampilan sang Maestro yang sejak muda konsisten mengenakan celana jeans buntung yang sudah lusuh dan baju hem dengan lengan tanpa jahitan yang rapi, seringkali ditafsirkan sebagai penampilan yang aneh.
Bahkan ada juga yang menyebutnya gila, sambil menyilangkan jari telumjuk di kening.
Bukan itu saja kegilaannya. Di saat orang nyaman dengan konsumsi daging ayam kampung, beliau malah memperkenalkan ayam ras dari luar negeri.
Beliau lah orang yang yang mengintrodusir tanaman buah dan sayuran dari luar negeri seperti Melon, paprika dan terong Jepang. Beliau juga yang memperkenalkan teknologi hidroponik.
Apa yang dilakukan beliau, seringkali jadi sorotan karena ditafsirkan aneh, di luar kebiasaan.
Tapi begitulah kegilaan beliau. Sebagaimana film-film super hero, sang jagoan selalu menangnya belakangan. Sang Maestro berhasil membuktikan bahwa suksesnya adalah hasil dari kegilaannya.
Referensi pihak ketiga
3. Kalau mau berhasil, carilah kegagalan sebanyak-banyaknya
Kalimat ini juga anomali. Seolah mempertentangkan keberhasilan dengan kegagalan. Orang ingin berhasil, kok malah disuruh banyak gagal.
Tapi jika dipaparkan perjalanan hidup sang Maestro, ternyata sukses beliau berdiri di atas tumpukan banyak kegagalan. Banyak percobaannya gagal. Bukan hanya kehilangan waktu, tenaga dan uang.
Ada juga rasa malu karena gagal. Tapi semua itu terbayar lunas saat beliau sukses dalam usahanya. Cibiran orang karena kegagalannya, langsung terhapus dan berubah menjadi decak kagum melihat keberhasilannya.
Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/581a53741cd5433aa3ee507ad7ef979f?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
Ternyata, demam nomor cantik sudah ada sejak zaman dahulu kala, sebelum banyak demo-demo saat pilkada. Kombinasi angka 411, 212 dan lainnya, menjadi sangat populer karena sederhana penyebutannya, sekaligus mudah diingat.
Sebelum itu, demam nomor cantik melanda dunia ponsel. Di banyak konter di Roxy Mas dan Mal Ambasador, dijual aneka nomor cantik untuk ponsel.
Dengan alasan yang sama, sederetan nomor ponsel yang mudah diingat seperti xxxx99999999, xxxx88888888, xxxx76544567, xxxx11121314 atau xxxx12345678. Tentu saja, harganya juga lumayan tinggi.
Tahun 80-an, demam nomor cantik juga sudah ada. Saat itu, nomor yang mudah diingat itu diterakan pada kendaraan bermotor, yang umumnya masuk kategori mewah. Maklum saja, untuk mendapatkannya, para pemilik mobil harus merogoh kocek lebih dalam.
Maka bersliweranlah nomor mobil B 1680 SS (BIGBOSS), B 10 LA (BIOLA, konon dimiliki oleh biola maut, Idris Sardi), B 3 NI (BENI, mungkin nama pemiliknya), atau L 1 UR (LIUR, milik seorang pengusaha walet di Jawa Timur),
Pemilik hak cipta: Zainal Abidin Sidik
Ternyata, Sang Maestro sudah cukup lama terpatri pada angka cantik 2121. Rumah beliau di Lebak Bulus, bernomor 2121. Beberapa mobil yang dimiliki pun, menggunakan angka 'sakral' itu. Bahkan satu-satunya nomor ponsel yang beliau pakai, berangka belakang 2121.
Tak banyak orang tahu, arti kata dari nomor cantik yang tertera dalam properti yang dimiliki sang Maestro. Beberapa tulisan soal ini, menyiratkan pengertian two one two one (tuan-tuan). Saya sendiri pernah mengonfirmasi soal ini, dan menemukan satu filosofi lain yang cukup dalam soal angka ini.
Pemilik hak cipta: Zainal Abidin Sidik
2121 merupakan gabungan dari kombinasi angka 21 dan 21, yang menggambarkan perjalanan hidup sang Maestro. 21 pertama, mewakili perjalanan hidup yang penuh kesulitan di masa lalu, dimana beliau tinggal di sebuah rumah bertipe 21 di Kemang tempo dulu.
Kemana-mana dekat. Ruang tamu, ruang tidur dan dapur bergabung menjadi satu. 21 yang kedua, mewakili episode kehidupan selanjutnya yang semakin membaik. Tanahnya 2 hektar, rumahnya 1.
Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/ade0f29fe01c4fde8a2558e80eb95388?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1