Showing posts with label ILMU BISNIS. Show all posts
Showing posts with label ILMU BISNIS. Show all posts

9 Nasihat Bob Sadino Biar Bisnis Modal Kecil Untung Besar

Walau kelihatannya mustahil, mendirikan bisnis modal kecil untung besar bukan angan-angan lho. Hal itu bisa terwujud jika kamu berguru dengan Bob Sadino.


Semua tentu tahu dong, almarhum Bob Sadino emang selalu jadi panutan siapa aja dalam berbisnis. Emang sih, apa yang dikatakan om Bob dalam kata mutiaranya kadang nyelekit. Tapi jangan salah, itu adalah pelajaran berharga dari seorang legenda bisnis.

Pria yang nama aslinya adalah Bambang Mustari Sadino ini merupakan contoh nyata seseorang yang keluar dari zona nyaman dan memulai bisnis dari nol.
Dalam wawancaranya dengan Bintang.com, Bob Sadino memberikan nasihat bagi yang pengin punya bisnis modal kecil untung besar.

Pengin tahu apa aja nasihat beliau? Yuk baca ulasannya di bawah ini.

1. Pilih bisnis yang kamu kuasai

bisnis modal kecil
Fokus dulu sama yang kamu pahami, pasti cepet untung deh (Liputan 6)
Pengin punya bisnis modal kecil untung besar? Jangan pernah niru orang lain, pilih aja bisnis di sektor usaha yang kamu kuasai.
Dengan melakukan hal ini, kamu bakal menghemat waktu. Setuju gak?
Ketika bidang usaha itu udah kamu pahami, artinya kamu gak bakal repot-repot lagi dalam melakukan riset. Kamu udah tahu produknya seperti apa, keunggulan dan kekurangannya gimana, dan siapa yang jadi pasarnya.
Tanpa butuh waktu lama, kamu pasti bisa mengeksekusi bisnis ini. Dan kamu juga bisa lebih mudah dalam melakukan analisa laba rugi buat masa depan.

2. Beritahu bisnismu ke teman-teman

Langkah kedua adalah bikin bisnismu beken di kalangan teman-teman.
Kenapa teman-teman dulu? Soalnya kalau teman-temanmu tahu kamu punya usaha, maka ada dua kemungkinan yang bakal terjadi: pertama adalah dia bisa jadi calon pelangganmu, dan yang kedua dia bisa jadi mitra bisnismu.
Buat yang kedua, kamu tentu paham dong dengan pentingnya memperluas jaringan bisnis alias networking. Jika emang teman-temanmu bisa membantu mengembangkan usaha, tentu kamu yang untung bukan?

3. Jangan gunakan pihak ketiga buat promosi

bisnis modal kecil
Ketika sukses, apapun bisa terbeli termasuk Jaguar, Mercedes-Benz, dan kawan-kawannya (Kontan)
Nasihat ketiga ini erat kaitannya sama aktivitas marketing. Pokoknya jangan sampai terjebak menggunakan jasa dari pihak ketiga buat melancarkan strategi promosi.
Apa maksudnya pihak ketiga? Pihak ketiga bisa dikatakan sebagai agency atau konsultan.
Ketika kamu memutuskan buat menggunakan jasa mereka, otomatis bakal ada biaya yang kamu keluaran bukan? Semurah-murahnya jasa mereka, tentu lebih murah lagi kalau kamu sendiri yang merancang strategi promosinya.
Itu dia sebabnya mengapa om Bob memberi nasihat biar kamu memperdalam ilmu komunikasi pemasaran. Kalau bisa melancarkan strategi komunikasi yang baik, maka kamu gak perlu keluar duit lagi buat sewa pihak ketiga.

4. Buatlah prioritas

Nasihat keempat erat kaitannya dengan hal-hal seputar arus kas usahamu. Semua bisnis yang berjalan tentu ada modalnya, ada yang modal duit ada juga yang cuma modal tenaga.
Tapi khusus buat bisnis yang modalnya duit, arus kas hukumnya wajib dijaga. Itu dia sebabnya kamu harus bikin prioritas terhadap proyek-proyek apa yang bakal kamu lakukan dalam waktu dekat dan berapa anggaran biayanya.
Ketika kamu gak bikin prioritas, maka kondisi keuangan makin berantakan. Misalnya, karena gak pernah menganggarkan biaya, aktivitas promosi mungkin jadi gak terkontrol. Semua kegiatan disponsorin, buka booth di sana-sini, pokoknya atas nama “promosi” biar produkmu terkenal.
Lama-kelamaan, segala dana yang dialokasikan buat promosi gak pernah menghasilkan returns yang signifikan. Dan sebagai pemilik bisnis, kamu malah merugi.

5. Jangan buru-buru minjam duit ke bank

bisnis modal kecil
Berawal dari bisnis telur ayam negeri, om Bob berhasil punya pasar swalayan (Metrotvnews)
Buat mendirikan bisnis modal kecil untung besar, kamu gak perlu buru-buru minjam dana ke bank. Nanti aja, toh bisnis kamu itu bukan bisnis modal gede. Ya gak?
Bob Sadino menyarankan biar kamu mengajak saudara atau teman buat berinvestasi di bisnismu. Ketika bisnis itu udah menguntungkan, jangan lupa buat membaginya dengan mereka.
Dengan mekanisme ini, sama aja dengan memberikan mereka saham buat usahamu. Gak nutup kemungkinan, jika sewaktu-waktu bisnismu laris, maka mereka berani berinvestasi dengan dana yang lebih besar lagi.

6. Gunakan media sosial

Pebisnis zaman now tentu wajib punya media sosial dong. Karena hal ini bisa jadi senjata ampuh buat promosi.
Walau almarhum om Bob adalah pebisnis zaman old, dia tetap setuju dengan penggunaan medsos. Bob bilang kalau medsos emang praktis banget dalam membantu kegiatan promosi.
Tapi dalam penggunaannya, medsos juga gak boleh asal-asalan ya. Gak bisa tuh kamu asal tag, asal add, atau asal invite atas dasar promosi. Ujung-ujungnya, akun bisnismumu malah diblokir nanti.

7. Modal pas-pasan + usaha keras = memuaskan

bisnis modal kecil
Udah tahu modalnya kecil ya kerja keras (Bintang)
Nasihat ketujuh ini sederhana banget tapi sulit diimplementasikan. Pokoknya, sebagai pengusaha dengan bisnis modal kecil, kamu harus tanamkan prinsip modal pas-pasan + kerja keras = memuaskan.
Artinya adalah, gak ada cara lain buat meraup keuntungan besar tanpa kerja keras. Bayangin deh, gimana bisa om Bob membangun sebuah raksasa bisnis saat dia mengalami musibah? Itu bisa terealisasi karena kerja keras.
Jadi seandainya kamu belum siap melakukan hal ini, mending kerja dulu aja deh. Siapkan mental. Kalau sudah oke, baru terjun 100 persen sebagai pengusaha.

8. Jangan bosan

Bisnis emang gak selamanya berjalan mulus dan untung terus. Bisnis ibarat roda yang berputar, kadang kamu ada di atas dan kadang ada kalanya kamu di bawah.
Gak usah menyerah ketika kamu diterjang masalah, apalagi sampai pindah ke usaha lain. Coba buat fokus dan cari terobosan buat menghadapi masalah itu.
Emang sih, ada kalanya kamu harus menjalankan bisnis baru yang emang sesuai dengan masanya. Tapi, itu semua dilakukan jika emang bisnis yang kamu jalani saat itu udah gak relevan.
Sebut aja seperti usaha rental DVD. Zaman sekarang bisnis kayak gitu mana laku bos, cari aja usaha lain.

9. Sabar

bisnis modal kecil
Gak ada yang instan, semuanya kudu sabar (Merdeka)
Apapun bisnisnya, kamu harus sabar dalam menjalaninya. Apalagi jika kamu pengin menciptakan bisnis modal kecil untung besar.
Membangun bisnis itu ibarat bangun rumah. Ketika pengin bikin rumah, kamu harus bikin fondasinya terlebih dulu biar bangunannya kokoh. Tanpa fondasi yang ada rumahmu bisa ambruk.
Sama halnya dengan bisnis, kan? Apakah bisnisnya Bob Sadino yang Kemchick itu langsung jadi sekejap mata? Tentu aja gak.

Siap membangun bisnis modal kecil untung besar?

“Bisnis itu cuma modal dengkul. Bahkan jika kamu gak punya dengkul, pinjam punya orang lain.”
Kalimat itu emang kedengarannya sesat, tapi itu yang keluar dari ucapan om Bob lho. Obrolan ini diutarakan olehnya ketika berbincang dengan seseorang.
Secara gak langsung, ucapan ini menandakan kalau bisnis dengan modal berapa aja pasti bisa nguntungin. Asal kamu siap dan serius dalam menjalankannya.
Nah sekarang kamu udah siap belum buat kerja keras demi mewujudkan bisnis modal kecil untung besar? Kalau emang kamu siap, selalu ingat sama sembilan nasihat ini ya.
Sumber : https://www.moneysmart.id/9-nasihat-bob-sadino-biar-bisnis-modal-kecil-untung/

Kisah Inspiratif Ferry Unardi Dirikan Traveloka Hingga Masuk ke Pasar Asia Tenggara

JAKARTA - Peluang di bisnis akomodasi dibaca dengan baik oleh Ferry Unardi. Setelah melihat kebutuhan pemesanan tiket untuk sebuah perjalanan semakin pesat, Ferry kemudian membuka Traveloka. Kini, bisnisnya menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.
Traveloka dimulai pada tahun 2012. Saat itu dia melihat kebutuhan orang akan traveling dan pemesanan tiket pesawat mulai menuntut kemudahan untuk mengakses atau mencari tiket perjalanannya.

Setelah melihat internet di Indonesia yang sudah cukup maju, Ferry menilai bahwa Traveloka sebagai sebuah peluang yang harus dimanfaatkan untuk memberikan efisiensi kepada masyarakat.
"Perjalanan bisnis ini berangkat dari misi kami untuk memudahkan orang untuk mengatur perjalanan dengan menggunakan teknologi," kata Co-Founder dan CEO Traveloka, Ferry Unardi.
Ferry sengaja memulai Traveloka dari Indonesia. Sebelum berekspansi ke luar negeri, bisnis ini berfokus memberikan produk dan layanan perjalanan untuk memecahkan masalah mobilitas di dalam negeri.
Dua tahun awal berdiri, perusahaan ini berfokus pada satu produk yaitu pemesanan tiket pesawat. Perlahan mereka juga merilis layanan pemesanan kamar hotel dan meluncurkan aplikasi Traveloka pada 2014.
Sukses di dalam negeri, Traveloka kemudian memulai ekspansi ke beberapa negara Asia mulai 2015. Lima negara di Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina.
Setelah enam tahun berdiri, Traveloka tidak hanya menjual produk travel saja tapi juga produk dan layanan gaya hidup sehingga aplikaei Traveloka menjadi one-stop booking platform untuk beragam produk travel dan lifestyle. Tidak hanya itu, Traveloka juga telah hadir di 6 negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia.
"Bisa dikatakan kami adalah perusahaan rintisan pertama yang ekspansi ke lima negara lain di Asia Tenggara dan mendapatkan respon yang baik oleh para pengguna kami di setiap marketnya," ujarnya.
Sejak mengekspansi bisnis, Ferry melihat bahwa setiap negara memiliki potensial dan kebutuhan yang berbeda. Traveloka kemudian melakukan pendekatan berdasarkan kebutuhan pengguna di masing-masing negara. Kini perusahaan asal Tanah Air bahkan mendapat respon positif dan menjadi pemimpin pada bisnis serupa di Thailand.
“Kami melakukan pendekatan yang berdasarkan dengan kebutuhan pengguna agar dapat membantu kami dalam menghadirkan produk dan layanan jasa yang tepat bagi pengguna,” katanya.
Sumber : http://entrepreneur.bisnis.com/read/20180916/265/838411/cerita-ferry-unardi-dirikan-traveloka-hingga-masuk-ke-pasar-asia-tenggara

Sukses Ala Jack Ma: Pentingnya Orang Bodoh dan Pelanggan

JAKARTA – Industri e-commerce tambah riuh dalam beberapa waktu terakhir. Pendiri Alibaba Group Holding Ltd., Jack Ma, secara resmi akan mengumumkan rencananya untuk pensiun dari perannya di raksasa e-commerce tersebut pada hari ini, Senin (10/9/2018).
Sejak mendirikan Alibaba pada tahun 1999 dengan 17 orang lainnya di Hangzhou, China, Jack Ma memang telah menjadi ikon perusahaan dan industri teknologi di Negeri Tirai Bambu.

Selama bertahun-tahun pula ia membagikan pemikiran yang telah membuatnya menjadi salah satu sosok paling dihormati di Tiongkok serta inspirasi bagi banyak buku. Seperti dilansir dari Bloomberg, berikut sebagian di antaranya:
Tentang pendekatan kepemimpinannya:
“Orang-orang cerdas membutuhkan orang bodoh untuk memimpin mereka. Ketika sekelompok ilmuwan memenuhi suatu tim, sebaiknya ada seorang petani untuk memberikan bimbingan. Cara berpikirnya [petani] berbeda. Lebih mudah untuk menang jika Anda memiliki orang-orang yang melihat sesuatu dari sudut pandang berbeda.”
Tentang pentingnya peran wanita dalam manajemen:
“Wanita memahami hal yang membuat mereka lebih baik daripada pria, senjata terhebat yang diberikan Tuhan kepada mereka, adalah kelembutan. Mereka memahami toleransi.”
Tentang pentingnya ketekunan:
“Hari ini sulit, keesokannya lebih sulit, tetapi setelah itu akan indah."
Tentang tekad:
“Jika Anda tidak menyerah, Anda masih memiliki kesempatan. Menyerah adalah kegagalan terbesar.”
Tentang berjuang melawan upaya eBay untuk memasuki China:
“EBay mungkin adalah hiu di laut, tetapi saya buaya di Sungai Yangtze. Jika kami [Alibaba] bertarung di lautan, kami kalah. Tapi jika kami bertarung di sungai, kami menang.”
Tentang prioritas untuk manajemen:
“Pelanggan nomor satu, karyawan nomor dua, pemegang saham baru nomor tiga.”
Tentang gangguan para pesaing:
“Jangan fokus pada pesaing Anda, fokuslah pada pelanggan Anda.”
Tentang peran teknologi:
“Saya percaya bukan teknologi yang mengubah dunia. Mimpi di balik teknologilah yang mengubah dunia.”
Tentang mempekerjakan orang yang tepat:
“Kami tidak pernah kekurangan uang. Kami kekurangan orang dengan impian yang bisa mati untuk mimpi-mimpi itu.”
Tentang perspektif untuk pekerja muda:
“Jika orang muda kagum akan masa depan, bertindak sungguh-sungguh dengan masa kini, dan berterima kasih atas masa lalu, mereka akan memiliki peluang.”
Tentang kontrol internet di China dan keterlibatan perusahaan Barat:
“Facebook dan perusahaan-perusahaan lain, jika mereka datang ke negeri ini mereka harus mengikuti aturan dan hukum. Google, mereka pergi, kami tidak mengusir mereka. Ketika Anda melakukan bisnis di negara mana pun Anda harus mengikuti aturan dan hukum.”
Tentang strategi filantropi:
“Untuk melakukan filantropi dengan baik, Anda perlu menggunakan sarana komersial, seraya membawa jiwa filantropis; janganlah menggunakan sarana filantropi dan membawa jiwa yang komersial.”
Sumber : http://entrepreneur.bisnis.com/read/20180910/88/836770/sukses-ala-jack-ma-pentingnya-orang-bodoh-dan-pelanggan

Kisah Sukses & Inspiratif James Jebbia, "Pendiri Merk Supreme Yang Berharga Fantantis"

Biografi James Jebbia. Pernah mendengar merk Supreme? Supreme merupakan salah satu merk atau brand fashion streetwear terkenal di dunia. Supreme sebagai salah satu merk yang paling menghipnotis di dunia selain karena keunikan produknya juga karena produknya yang juga sangat terbatas atau langka.
Sehingga tidak mengherankan jika orang terutama kalangan anak muda rela merogoh koceknya dalam-dalam hanya untuk membeli produk dari Supreme ini.
Tidak banyak orang yang tahu tentang asal-usul brand Fashion ini, namun perlu diketahui bahwa orang dibelakang merk Supreme ini adalah James Jebbia yang dikenal sebagai pendiri brand Supreme yang terkenal ini. Berikut kamis sajikan Biografi James Jebbia dan sejarahnya dalam mendirikan Brand Supreme.

James Jebbia dilahirkan pada tanggal 22 Juli 1963 di Amerika Serika. Ayahnya bekerja sebagai tentara di Angkatan Udara Amerika Serikat, dan ibu bekerja sebagai seorang guru. Namun di usia 10 tahun, Orang tua dari James Jebbia bercerai.
Di usia 18 bulan, James yang masih balita pindah ke Inggris. Ia baru kembali ke Amerika saat ia berusia 19 tahun dan tinggal di kota New York pada tahun 1983 dan menyewa apartemen seharga 500 dollar kala itu.
Bekerja di Toko Pakaian dan Skate
James Jebbia kemudian mendapatkan pekerjaan di Parachute, sebuah toko pakaian dan skate terletak di SoHo, sebuah wilayah di Lower Manhattan, New York City.
Toko tempat James Jebbia bekerja memiliki banyak pelanggan tang terkenal seperti Michael Jackson dan juga Gary Numan. Namun tak lama kemudian, James Jebbia memutuskan untuk keluar dari pekerjaanya dan ingin memulai bisnis sendiri.
Membuka Toko Tas Ransel
James jebbia kemudian membuka sebuah toko kecil di wilayah Broadway dan West 4th Street dengan pacarnya. Tokonya menjual dan membuat tas ransel.
Pada tahun 1989, James Jebbia membuka toko bernama Union di wilayah Spring Street, Lower Manhattan. Di sinilah, James Jebbia mulai menemukan passionnya dan mulai bahagia pekerjaannya.
James Jebbia berusaha mendapatkan hak untuk menjual brand tertentu di tokonya Union. Dalam sebuah kesempatan, ia bertemu dengan Shaun Stussy, pria yang mendirikan merk Eponymous. James Jebbia bersama dengan Shaun Stussy memulai hubungan kerjasama yang kuat. Ia juga mulai belajar dari Shaun bagaimana memasarkan sebuah merk.
Mendirikan Brand Merk Supreme
Suatu ketika Shawn Stussy menjual sebagian besar kepemilikan merknya. Hal ini membuat James Jebbia kemudian mendirikan brand merk sendiri dengan nama Supremeyang kala itu menyasar para penggemar skateboard di Amerika Serikat.

Para karyawan yang dipekerjakan oleh James Jebbia rata-rata merupakan para penggemar Skateboard. James Jebia ingin agar brand Supreme kala itu sebagai salah satu merk skate di Amerika.
Supreme Sebagai Merk Streetwear Terkemuka
Supreme dengan cepat menjadi salah satu merek streetwear underground terkemuka di Amerika Serikat. Strategi kesuksesan brand Supreme adalah Keunikan Supreme dalam memproduksi produk-produknya diproduksi dalam edisi dan jumlah yang terbatas.

Dalam biografi James Jebbia diketahui bahwa ia secara teratur berkolaborasi dengan merek-merek ternama lainnya seperti Comme des Garรงons, Levi’s, Vans dan Louis Vuitton.
Selain itu ia juga berkolaborasi dengan artis-artis papan atas seperti Damien Hirst, Takashi Murakami dan Richard Prince, serta band-band seperti The Clash dan The Misfits. Kemitraan ini telah membantu Supreme menjadi ikon merk dalam budaya remaja atau anak muda.
James Jebbia menikah dengan seorang wanita bernama Bianca. Dari pernikahannya itu, ia memiliki dua anak yakni seorang anak laki-laki bernama Miles dan seorang gadis bernama Nina.
Mengapa Merk Supreme Sangat Populer dan Mahal?
…Yang paling penting bagi kami adalah memiliki produk-produk hebat di toko yang kami harap orang-orang akan suka apa yang mereka beli dan laku, dan kami terus bergerak. – James Jebbia
Dalam strategi bisnis, Ketika suatu produk tertentu dari salah satu perusahaan terbesar di dunia mengalami permintaan tinggi, maka perusahaan merespons dengan membuat lebih banyak produk tersebut. Dengan begitu lebih banyak permintaan yang berarti lebih banyak penjualan, dan lebih banyak keuntungan.
Namun hal itu tidak berlaku bagi Supreme. Filosofi Supreme sangat sederhana yakni tidak pernah membuatnya lagi. Supreme sangat mementingkan eksklusivitas. Bagi James Jebbia dan Supreme suatu nilai produk akan meningkat jika diproduksi dalam jumlah terbatas.

Produk-produk yang dikeluarkan oleh Supreme sendiri seperti pakaian, tas, aksesoris dan banyak juga produk-produk unik misalnya batu bata, palu, dan lain-lain. Walaupun begitu produk produk tersebut sangat laku keras karena hanya di produksi terbatas dan eksklusif.
Para pembeli atau penggemar dari merk Supreme bahkan rela menunggu dengan mengantri berhari-hari ketika Supreme mengeluarkan produk baru yang terbatas jumlahnya. Eksklusivitas menciptakan kemewahan dan dengan demikian menciptakan nilai.
Sumber : https://www.biografiku.com/biografi-james-jebbia-pendiri-merk-supreme-yang-berharga-fantantis/

Kisah Sanim, Tukang Becak Tak Tamat SD yang Kini Punya Puluhan Mobil Mewah dan Dua Pabrik

Meskipun tidak lulus SD ternyata tidak membatasi seseorang untuk menjadi sukses



Sukses tidaknya seseorang memang kadang tidak dipengaruhi seberapa tinggi jenjang pendidikan atau jabatan. Realitanya, banyak orang yang sukses di dunia tanpa memiliki gelar ataupun status sosial yang tinggi. Misalnya saja Bill Gates yang pernah di-DO sekolahnya  atau Bob Sadino yang pernah menjadi pedagang kaki lima. Kesuksesan lebih ditekankan pada kemauan keras seseorang untuk mengubah nasib.
Begitu pula yang terjadi pada tukang becak di Cirebon ini. Lantaran ingin mengubah nasib dan membahagiakan keluarga, dia mencoba berbagai cara agar menjadi kaya dan sukses. Alhasil kini dengan usahanya itu, dia memiliki laba ratusan juta dan puluhan mobil pribadi. Bagaimana kisah suksesnya? Simak ulasan berikut.

Bahkan hampir tak tamat SD dan hanya seorang becak

Sanim, sama dengan para tukang becak lainnya, setiap pagi dia mencari nafkah dengan mangkal di sekitar area pabrik gula Cirebon. Sanim bukanlah orang yang berpendidikan, dia hanya sekolah sampai SD saja, itupun cuma tidak selesai kelas 4. Akhirnya setelah bingung mau bekerja apa, Sanim memilih untuk bekerja sebagai tukang becak hingga dua tahun.
Tukang Becak [image source]
Setiap pagi hingga sore pria ini, Sayangnya kadang penghasilan dari membecak ini seringnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja, sehingga Sanim mesti memutar otak untuk mendapatkan tambahan uang. Bahkan tidak jarang jika Sanim harus berhutang pada tetangga dan keluarga karena hasil yang didapatkan sangat sedikit.

Bekerja menjadi buruh pabrik garam

Bersama teman-teman tukang becaknya, Sanim mendaftar sebagai buruh sebuah pabrik yang waktu itu melakukan lowongan besar-besaran. Meskipun tanpa pengalaman dan pengetahuan, dia berharap bisa lebih meningkatkan kesejahteraan hidupnya dengan menjadi pegawai pabrik. Meskpun nantinya mungkin dia hanya bisa menjadi kuli angkut pabrik.
Punya Pabrik Garam [image source]
Tapi bagi Sanim itu lumayan ketimbang harus membecak karena sekarang sudah sangat jarang ada penumpangnya. Ternyata benarlah apa yang dipikirkan Sanim, lambat laun keuangan keluarganya mulai membaik ketimbang saat membecak dulu. Namun sayang dia tidak melanjutkan lama bekerja di sana karena lebih memilih membuka usaha sendiri.

Membuka usaha garam dan sering ditolak pinjaman

Setelah dua bulan bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik garam, Sanim memutuskan untuk keluar. Sangat singkat memang, tapi keputusan yang Sanim ambil ini memang berdasarkan alasan yang kuat. Dia sadar potensi bisnis garam ini bisa lebih maju jika dimanfaatkan dengan baik. Atas dasar tersebut lah pria itu memutuskan untuk membuka garam sendiri. Bersama istrinya dia mendirikan produksi garam di sekitar areal rumah, lambat laun usahnya semakin berkembang saja.
Sering ditolak pinjaman [image source]
Namun Sanim sempat terkendala masalah modal yang entah tidak tahu harus cari di mana. Akhirnya dia memutuskan untuk meminjam di bank, tapi yang ada malah ditolak karena keadaan tempat produksinya yang masih bilik dinilai tidak akan profit. Beruntung masih ada bank yang mau meminjamkan uangnya sehingga usahanya masih bisa maju.

Keuntungan 400 juta per bulan dengan dua pabrik

Siapa sangka ternyata usaha keras mantan tukang becak itu membuahkan hasil yang luar biasa. Konon laba dari pabrik garam Sanim bisa sampai 400 juta perbulan, belum lagi kalau sedang naik harga, bisa sampai nominal setengah milyar lebih.
Pak Sanim [image source]
Sanim sudah memiliki 2 pabrik besar sebagai tempat industri garamnya, dalam satu hari ada lebih dari 6 truk besar yang siap mengangkut garam milik Sanim. Sudah ratusan orang bekerja padanya, selain itu dia juga memiliki 10 mobil berkat hasil dari produksi garam buatannya.
Kisah Sanim ini seharusnya memberikan motivasi pada diri kita. Seorang tukang becak ternyata juga memiliki kesempatan sukses sama dengan para sarjana. Semua tergantung kemampuan keras pada diri sendiri, apakah mau seperti ini saja atau menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Sumber : https://www.boombastis.com/sanim-becak-pengusaha/106193

MANTAN BURUH INI BANTING SETIR JADI PENGUSAHA, PER BULAN OMZETNYA RP 100 JUTA. APA UHASANYA?

Bagi Anda yang bosan menjadi pegawai barangkali bisa meniru Saksono Dwi Handarto. Sebab, setelah keluar dari tempat kerjanya, kini usahanya mampu mencapai omzet Rp 100 juta per bulan. Bagaimana kisahnya?





Bagi Anda yang bosan menjadi pegawai barangkali bisa meniru Saksono Dwi Handarto. Sebab, setelah keluar dari tempat kerjanya, kini usahanya mampu mencapai omzet Rp 100 juta per bulan. Bagaimana kisahnya?
Bangunan kantor sekitar 4 x 6 meter di Jalan Karate No 14, Keluarahan Ngaglik, Kecamatan Batu, itu tampak berbeda dengan beberapa bangunan kantor di sekitarnya. Di depan kantor bercat putih itu tampak beberapa gerobak.
Di sela-sela gerobak itu tampak seorang pria berkacamata sedang sibuk mengecek gerobak. Dia adalah Saksono Dwi Handarto, pengusaha gerobak yang mampu menembus pasar luar negeri. ”Maaf, tempatnya penuh dagangan.
Ngobrol-nya di ruang tamu,” kata Saksono Dwi Handarto kepada Jawa Pos Radar Batu kemarin (20/8).
Pria kelahiran 23 April 1970 ini mengaku memulai usaha jasa pembuatan gerobak sejak tahun 2007. Saat itu, dia masih bekerja di salah satu perusahaan swasta.
Akan tetapi, karena usahanya terus mengalami tren positif, pada tahun 2008 Dwi memutuskan mundur dari tempat kerjanya. Pria 47 tahun ini memilih untuk fokus mengembangkan usahanya. ”Karena sejak remaja memang ingin jadi pengusaha,” ungkap pria dengan tiga putra ini.
Tak hanya itu, pada tahun 2016 lalu produknya sudah tembus ke pasar Malaysia. Hal ini karena dia rajin memasarkan produknya di media sosial dan website.
”Pembeli dari Malaysia itu tahunya dari internet,” terangnya.
Selain pasar Malaysia, Dwi juga memasarkan produknya ke luar Jawa seperti Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya, dan Sumatera.
Saat ini, omzet usahanya mencapai Rp 100 juta per bulan. Dia pun beberapa kali diminta jadi narasumber dalam seminar kewirausahaan kampus di Indonesia.
”Tiap bulan rata-rata ada sekitar 30 pesanan gerobak,” ungkap suami Tubu Respati ini.
Padahal, Dwi memulai usaha tersebut hanya dengan modal nekat dan tanpa keterampilan khusus. Dwi belajar mengembangkan usahanya secara otodidak dari internet. ”Saya belajarnya hanya lewat internet saja,” ujarnya.
Ke depan, Dwi ingin terus mengembangkan usahanya, serta memotivasi karyawannya. Dia ingin karyawannya juga bisa mandiri seperti dirinya. ”Sukses itu ketika karyawan saya punya usaha yang lebih besar,” tandas dia.
Pewarta: Dian Kristiana
Penyunting: im N
Copy Editor: Arief Rohman
Fotografer: Dian Kristiana
Sumber : http://www.radarmalang.id/mantan-buruh-ini-banting-setir-jadi-pengusaha-per-bulan-omzetnya-rp-100-juta-apa-uhasanya/

Kisah Adi Ismail, Buruh Pabrik Biasa yang Jadi Kaya dan Bahkan Bisa Boyong Lamborghini

Asal ada niat untuk mengubah nasib, pasti kesuksesan akan datang


Kesuksesan kadang bukan hanya dipengaruhi oleh gelar dan jabatan saja. Pasalnya kebanyakan orang sukses tidak selamanya adalah mereka yang memiliki gelar atau jabatan yang tinggi. Justru umumnya adalah mereka orang biasa yang berani mengambil keputusan nekat membuka usaha.

Begitu pula yang terjadi pada pemuda ini, lantaran bosan menjadi seorang buruh pabrik biasa, dia memutuskan untuk membuka usaha. Dan lihat apa yang terjadi beberapa tahun kemudian, buruh pabrik ini memiliki mobil mewah dan pendapatan luar biasa, Bagaimana ceritanya? Simak ulasan berikut.

Hanya seorang buruh pabrik biasa

Awalnya, Adi Ismail hanyalah seorang buruh pabrik tekstil biasa. Namun semakin lama dia bekerja, makin sadar pula bahwa itu bukanlah jalannya. Terus-terusan bekerja dengan mengikuti visi dari orang lain membuat batinnya jadi semakin tersiksa. Apalagi melihat minimnya gaji yang dia terima saat menjadi buruh, hanya cukup buat makan sehari-hari saja.

buruh tekstil [image source]

Merasa sangat penat dengan apa yang selama ini dia lakukan, Adi Ismail memutuskan untuk keluar saja dari pekerjaannya dan mencari pendapatan yang baru. Siapa sangka kalau apa yang dia lakukan itu adalah langkah yang sangat tepat karena mengantarkannya ke jalan kesuksesan.

Mencoba peruntungan pada makanan

Langkah awal yang Adi Ismail lakukan adalah mencoba membuka sebuah usaha untuk mencari pendapatan. Dalam keadaan bingung mau memulai bisnis apa, Adi Ismail akhirnya bertemu temannya Herry, seorang mantan pekerja di sebuah restoran yang juga sudah keluar dari pekerjaannya dan mau menjadi pengusaha juga.

susu produk awal [image source]

Akhirnya mereka berdua bermitra untuk membuka usaha kuliner bersama yang dirintis mulai dari nol bersama. Alasan pembukaan bisnis makanan ini simple, setiap orang memang butuh makan, oleh sebab itu bisa dipastikan barang yang mereka jual bakal laku keras. Ditambah lagi ada Herry yang memang memiliki latar belakang pengalaman bekerja di sebuah restoran.

Kurang tidur akibat terlalu sibuk

Bersama, mereka berdua mendirikan perusahaan food majestic, di mana usaha tersebut sudah sangat maju hingga ke berbagai sektor. Awalnya perusahaan tersebut hanya fokus pada produk susu, namun semakin lama usahnya jadi sangat berkembang seperti sekarang ini.

Bersama partner [image source]

Hampir-hampir tidak ada waktu bagi Ismail untuk tidur karena mesti mengatur banyak hal agar perusahaannya tidak sampai collapse. Dengan membaca tren makanan yang sedang booming dan mengikuti banyak bazaar, hal tersebutlah yang digadang sebagai kunci sukses mengelolah perusahaan milik Ismail. Dengan bantuan Herry sebagai COO food majestic, hingga kini perusahaan mereka bisa menghasilkan omset ratusan hingga milyaran rupiah.

Kesuksesan yang diraih sekarang

Akibat usaha kerja kerasnya, kini pengusaha muda itu sudah bisa menuai buahnya. Tidak tanggung-tanggung, dalam satu hari, Ismail dapat mendapatkan uang sampai 36 juta rupiah. Itu semua didapatkan dari bisnis makanan dan beberapa bisnis internet yang sedang ia jalankan. Hampir setiap minggu pria ini mesti terbang ke negara yang berbeda untuk semakin memperlancar bisnis yang dia kelola.
Belum lagi kini Ismail telah memiliki mobil mewah Lamboghini Gallardo yang siap mengantarnya ke manapun dia mau. Dengan usia yang masih 30-an, pria ini telah menjadi salah satu pengusaha sukses asal Indonesia yang berkiprah di luar negeri. Ternyata keputusannya untuk keluar dari pabrik adalah benar, tidak dibayangkan kalau dulu dia tetap bekerja di sana, pasti tidak akan sesukses ini.
Cerita kesuksesan Adi Ismail membuktikan kalau meskipun seorang buruh pabrik biasa ternyata juga bisa menjadi seorang sukses. Bahkan mengalahkan para pekerja profesional yang mungkin bergelar sarjana. Kalau orang seperti Ismail saja bisa, tidak menutup kemungkinan kalau kita juga bisa sukses.

Sumber : https://www.boombastis.com/adi-ismail-buruh-pabrik/107018

Kategori

Kategori