Showing posts with label KULINER. Show all posts
Showing posts with label KULINER. Show all posts

Kisah Ann's Bakehouse, Toko Kue yang Sukses Berkat Platform Digital

Bisnis di bidang food and beverage (F&B) merupakan salah satu jenis bisnis yang populer di kalangan anak muda. Wujud dari bisnis F&B ini pun bermacam-macam, mulai dari membuat restoran hingga toko kue.

Di Jakarta, ada sebuah toko kue yang sukses membesarkan namanya berkat cermat memanfaatkan platform digital. Toko kue yang terletak di Jalan Sambas, Kebayoran Baru itu bernama Ann's Bakehouse.



Saat bertemu dengan Liputan6.com, Co-founder Ann's Bakehouse Putri Yuannisa atau yang akrab dipanggil Ica bercerita bahwa bisnis kue yang dijalankannya tersebut bermula sejak tahun 2014.

Dulunya toko kue tersebut bernama La Madeleine, namun demi mengikuti perkembangan zaman, Ica dan rekannya memutuskan untuk melakukan re-branding.

Selama tiga tahun pertama, bisnis kue itu mereka jalani secara online. Meski tidak memiliki kemampuan memasak dan membuat kue sebelumnya, Ica tidak gentar. Ia tetap bertekad kue hasil produksinya bisa laku di pasaran. Modal yang terbatas juga tidak dijadikan penghalang.

"Dulu modalnya cuma sekitar Rp 50 juta, kita sewa tempat untuk bikin semua kue kita," kata Ica eperti ditulis, Sabtu (16/2/2018).

"Soalnya kalo kita lihat kan kue-kue yang ada di pasaran dulu begitu-begitu aja. Nah Ann's Bakehouse ini kita dirikan dengan produk-produk inovasi yang berbeda," lanjut dia.

Upaya yang dilakukan pun berbuah manis. Bisnis yang ia jalankan terus berkembang pesat. Ica mengaku, kesuksesan bisnisnya ini tidak lepas dari pemanfaatan platform digital yakni Google Bisnisku.
"Platform digital yang kita pakai itu efeknya besar banget. Karena kita dulu dasarnya di online jadi kita bisa tahu perilaku konsumen itu gimana," tutur Ica.

Pada Bulan Agustus 2017, Ann's Bakehouse akhirnya membuka toko fisik. Ann's Bakehouse berkomitmen untuk memberikan pelayanan one-stop solution bagi kebutuhan kue baik individu maupun perusahaan.

"Karena ada beberapa pelanggan kita yang dulu pengen nyobain kue dalam slice, nah kalo di online kan enggak bisa. Terus alasan kita bikin toko offline ini juga karena kita udah mau ngejar klien corporate jadi harus ada tempat yang bagus," kata Ica.

Toko kue ini juga memperluas lini bisnisnya ke bidang Business to Business (B2B). Mereka membuka jasa untuk menjadi pemasok kue dan roti premium untuk bisnis food and beverage seperti restoran, coffee shop, dan catering.

Ann's Bakehouse & Creamery juga dapat menjadi rekan bagi perusahaan yang ingin menyelenggarakan product launching atau kegiatan rapat rutin melalui pelayanan Ann's Coffee Break.
Ica mengatakan, saat ini Ann's Bakehouse sudah bisa melayani pemesanan hingga ke 188 alamat. 

Kue yang dijual di Ann's Bakehouse harganya berkisar dari Rp 300 ribu hingga Rp 2 juta. Toko kue tersebut juga menerima pemesanan kue sesuai kebutuhan pelanggan.

Meski enggan menyebut berapa omzet yang dikantongi per bulan, Ica mengatakan bahwa Ann's Bakery bisa meraup peningkatan sebanyak 10 - 15 persen per tahunnya.

Demi mencakup pasar yang lebih luas, Ann's Bakery juga mengadakan kerja sama dengan beberapa merek lokal dengan mengadakan kompetisi di media sosial ataupun mengeluarkan resep kue yang unik.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/3290470/kisah-anns-bakehouse-toko-kue-yang-sukses-berkat-platform-digital?source=search

Tips Sukses ala Pemilik Warung Upnormal, Apa Saja?

Di balik manisnya kesuksesan yang diraih seseorang, tak luput dari tips sukses yang dimiliki dan diterapkannya. Hal ini juga berlaku pada Stefanie Kurniadi (pendiri CRP Group – Warunk UpNormal, Nasi Goreng Mafia, Bakso Boedjangan, dan lain-lain).



Dalam acara Scale-Up Asia 2018 yang diselenggarakan pada hari ini, Rabu (28/3/2018), wanita kelahiran 11 Juni 1985 ini terbuka secara terang-terangan membagikan tips sukses berbisnis bagi mereka yang ingin sukses di dunia wirausaha, baik yang baru memulai ingin terjun di dunia bisnis atau yang ingin menaikkan skala bisnisnya.


Kira-kira apa saja ya tips suksesnya? Berikut ulasannya.

1. Start Now

Hal paling utama untuk sukses sebagai entrepreneurship, menurut Stefanie Kurniadi, yaitu segera memulainya dari sekarang atau start now.

"Jika kita cuma konsep-konsep aja kita pikirin, kita ingin begini, ingin begitu, hanya kepengen aja enggak dieksekusi-eksekusi, kita akan stuck di situ terus karena sebetulnya segala sesuatu itu butuh proses. Jadi kita eksekusi, ada hasilnya, kemudian kita review, kita improve segala macem. Jadi, start now itu menurut saya penting."

2. Tidak Pernah Berhenti Belajar
Tips sukses selanjutnya dan yang terakhir dari Stefanie agar sukses menjadi entrepreneurship adalah dengan tidak pernah berhenti belajar.

"Begitu banyak orang dengan cerita dan ilmu yang berbeda-beda. Begitu banyak oppurtunitysebetulnya kalau di era sekarang tuh udah luar biasa banget."

"Dulu waktu pertama-tama bikin bisnis makanya gagal karena belum ketemu sama Endeavor. Maksudnya, join di Endeavor ini juga is a another world dan banyak banget orang-orang yang ternyata punya ilmu yang kita perlu," katanya.

"The point is apakah kita mau bertanya dan memanfaatkan network itu, misal kaya datang ke event, kemudian ketemu dengan orang yang pengen kita banyak belajar dari orang ini. Karena semakin banyak kita belajar, semakin kita banyak informasi, semakin banyak referensi yang bisa kita implementasi sebenarnya," tutupnya.

Banyak kita belajar, semakin kita banyak informasi, semakin banyak referensi yang bisa kita implementasi sebenarnya," tutupnya.

1 dari 2 halamanPerjalanan karier

Wanita kelahiran 11 Juni 1985 ini mulai jatuh cinta pada Brand & Marketing sejak dia pertama kali bekerja sebagai Junior Art di Branding Agency.
Dia memulai kariernya sejak 19 tahun dan dalam 3 tahun ke depan, dia mulai memimpin tim kreatif yang menjadikannya sebagai Direktur Kreatif termuda saat itu.
Meski kariernya terlihat lancar, namun ternyata ada hal menarik darinya. Meski dia tertarik berkarya di bidang konsultan pemasaran, namun wanita ini justru pernah mengantongi gelar sarjana teknik dari Universitas Katolik Parahyangan.
Namun setelah kariernya meningkat pesat, akhirnya dia memilih untuk melanjutkan pendidikannya dengan Magister Manajemen Strategis di kampus yang sama.
Stefanie juga memiliki ketertarikan pada bidang kuliner. Sejak 2009, Stefanie menulis pengalaman kulinernya di blog pribadinya, yaitu Ceritaperut (sekarang dikenal sebagai ceritaperut.com), yang kemudian berlanjut dengan membangun komunitas pecinta makanan online dalam 5 tahun ke depan.
Saat ini, Stefanie mengaplikasikan minatnya pada makanan, sebagai pendiri Grup CRP (Cita Rasa Prima) yang membangun berbagai merek dengan tujuan membawa ‘Makanan Lokal Indonesia ke Tingkat Berikut’ (Nasi Goreng Rempah Mafia, Warunk UpNormal, Bakso Boedjangan, dan Sambal Khas Karmila).
Dia terpilih sebagai salah satu dari enam pengusaha dari seluruh dunia dalam kategori Mempercepat Program Wirausaha di ajang EY World Entrepreneur of The Year di Monte Carlo, 2015.
CRP Group bertujuan untuk membawa Makanan Lokal Daerah Indonesia ke tingkat berikutnya dengan menyediakan makanan unik di lingkungan bersih dengan prioritas untuk keamanan pangan dengan harga terjangkau bagi konsumen menengah ke bawah di Indonesia.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/3412456/tips-sukses-ala-pemilik-warung-upnormal-apa-saja

Manisnya Bisnis Bubuk Cokelat Jeffry Lukito

Jeffry Lukito merintis usaha minuman cokelat dari modal usaha Rp 15 juta yang dipinjam dari ayahnya. Dana pinjaman ini untuk membeli aneka macam peralatan dan bahan baku. 

Jefrry yang berdomisili di Surabaya, Jawa Timur, menjajakan minuman cokelat ke teman-temannya dengan pemasaran dari pintu ke pintu. Ia mempersilakan calon pembeli untuk mencicipi minuman cokelat ini. Strategi pemasaran seperti demikian bertujuan mengedukasi konsumen. Pada tahap awal ini, produknya itu dibeli oleh sahabatnya yang memiliki kedai kopi (coffee shop) di Surabaya.
Keahlian mengolah cokelat diperoleh Jeffry ketika bekerja sebagai pegawai magang di pabrik cokelat, Surabaya. Setelah dua tahun bekerja di tempat itu, ia membuka kafe cokelat. Sayang, bisnisnya tak bertahan lama lantaran gulung tikar. “Setelah bisnis kafe cokelat ditutup, saya fokus mengembangkan minuman cokelat,” kata lulusan SMAK Frateran Surabaya tahun 2008 itu. Selama setengah tahun, ia mengoperasikan bisnis ini sendirian. Di tahap awal ini ia melakukan riset untuk memahami seluk-beluk industri kakao lokal, serta mengembangkan merek minumannya ini. Kakao adalah bahan baku cokelat.
Lantas, pada Desember 2014 Jeffry menggandeng Suhadi Nugraha, desainer grafis, yang berperan menciptakan logo dan merek Korte Chocolate Craft. Dan, Suhadi pun digandeng sebagai Co-Founder Korte. Dua tahun kemudian, Jeffry mendapat suntikan tenaga dari Daniel Kaurranny yang membantu operasional usaha Korte. Daniel berprofesi sebagai konsultan dan trainer membuat kopi. ”Saya berperan di bagian produksi dan pengembangan produk, Daniel di operasional lapangan dan pengembangan pasar, sementara Suhadi di brandingdan operasional kantor,” tutur Jeffry mengenai pembagian tugas di Korte. Kemasan bubuk cokelat Korte dibuat agar elegan dan modern sehingga memberikan nuansa budaya populer masa kini.
Tantangan yang dihadapi Jeffry di bisnis ini adalah mengedukasi konsumen yang mempersepsikan cokelat sebagai makanan tidak sehat dan makanan anak-anak, serta menyimpulkan kualitas cokelat impor lebih baik daripada produk lokal. Tantangan itu ia respons dengan kampanye pemasaran di media sosial dan konvensional secara door to door itu. Berkat cara ini, jumlah pelanggan kian bertambah banyak dari tahun ke tahun. Konsumen terbagi dua segmen, yakni ritel dan pemilik kedai kopi yang menggunakan skema bussines to bussines (B2B). Penjualan di dua segmen ini berkontribusi positif terhadap raihan omset Korte. “Penjualan kurang-lebih 1.500 pack per bulan dengan omset Rp 300 juta-350 juta,” ungkap Jeffry seraya menyebutkan, Korte mempekerjakan sembilan pegawai. Apabila mengacu pada nilai penjualan itu, ia berpeluang memperoleh omset Rp 3,6 miliar-4,2 miliar per tahun.
Saat ini, varian Korte ada enam jenis, dan ada beberapa varian yang dikustomisasi sesuai dengan pesanan pembeli. Harga bubuk cokelat Korte Rp 270 ribu-370 ribu per bungkus (1.000 gram). Segmen konsumen yang dibidik adalah pembeli berusia 20-30 tahun.
Kelebihan bubuk cokelat buatan Jeffry adalah bercitarasa cokelat lokal. Ia mengolah kakao menjadi bubuk cokelat yang mudah diolah menjadi berbagai jenis minuman berbasis cokelat. Ia membeli kakao berkualitas tinggi dari petani yang harganya lebih tinggi tiga kali lipat jika dibandingkan dengan harga reguler Kakao. “Kami mengajak produsen dan petani untuk bekerjasama meningkatkan kualitas panen kakao sehingga kuantitas dan kualitas produk petani kakao bisa meningkat,” katanya. Korte membeli kakao dari sentra perkebunan kakao di Lampung, Jawa Barat, Bali, Kalimantan, Sulawesi Selatan. Selanjutnya, kakao itu diolah menjadi bubuk atau minuman cokelat. “Kapasitas produksi Korte mencapai 24 ton setiap tahunnya,” ujar pria yang pernah kuliah di jurusan kuliner salah satu akademi pendidikan di Surabaya ini.
Untuk memanjakan pelanggan, kelahiran 15 Februari 1991 ini tidak memungut bayaran pengiriman produknya ke konsumen, memberikan pelatihan cara mengolah produk, melakukan kustomisasi produk dan kemasan, hingga memberikan jaminan buyback untuk konsumen yang memiliki coffee shop. ”Kami tawarkan layanan itu sesuai dengan kebutuhan mitra dan pelanggan,” ujarnya. Ia mengkaji strategi pemasaran dan model kemitraan lainnya agar bisa memperluas ekspansi usaha.
Ke depan, Jeffry berencana menambah pegawai dan menyempurnakan sistem logistik agar memperlancar pengiriman cokelat ke berbagai negara serta mengembangkan produk lainnya. Saat ini Korte sudah terjual di Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. “Kami sedang melakukan riset-riset untuk menciptakan produk-produk lain yang bisa menembus segmen baru,” tuturnya.
Reportase: Sri Niken Handayani
Sumber : https://swa.co.id/youngster-inc/youngsterinc-startup/manisnya-bisnis-bubuk-cokelat-jeffry-lukito

Prawira, Raih Omset Miliaran dari Belah Doeren

Prawira, lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung, adalah mantan pegawai yang banting setir menjadi pengusaha makanan olahan durian beromset miliaran rupiah setiap tahun. “Omset kami sekitar Rp 250 juta setiap bulan,” ungkapnya.

Prawira memproduksi aneka makanan olahan durian yang mengusung merek Belah Doeren. Pada 2013 ia memulai usaha ini di lapak seluas 2X2 m2 di kawasan Dago, Bandung. Modal kerjanya mencapai Rp 10 juta untuk membeli durian, memperbaiki lapak, dan menyewa tempat. Selain itu, ia membeli mesin pendingin dan microwave dengan kartu kredit.
Saat itu, Prawira membuat empat varian rasa. Yang paling laris adalah pancakedurian dan durian sauce vanilla. Dagangannya laris manis dan kala itu omsetnya mencapai Rp 100 juta. Lantas, ia segera mengundurkan diri dari pekerjaannya agar bisa mencurahkan semua tenaga dan pikirannya untuk membesarkan Belah Doeren. Di tahap awal, ia tergolong agresif karena membuka enam cabang dalam tempo dua tahun.
Dampaknya, laju bisnis Prawira agak kendur karena konsentrasinya lebih banyak tersita untuk mengelola cabang. Ia kurang mengamati dan merespons perubahan perilaku konsumen, serta pengembangan bisnis kompetitor. Ia pun menyadarinya, dan segera mengubah konsep produk Belah Doeren. ”Di tahun 2016, konsep produk dibuat sebagai produk oleh-oleh dan membuat makanan yang kering seperti brownies,” imbuh kelahiran 1984 ini. Transformasi konsep itu diikuti pemasangan iklan di media sosial agar citra merek Belah Doeren semakin terdongkrak. “Kami fokus mengembangkan brand-nya,” Prawira menegaskan.
Strategi ini berhasil menggugah minat konsumen dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Demi menjaga loyalitas konsumennya, Prawira membuat aplikasi digital. “Kami juga memiliki aplikasi Belah Doeren di Playstore yang ada fitur loyalty stamp-nya. Konsumen mendapat satu stamp setiap belanja Rp 50 ribu,” ia menerangkan. Konsumen yang mengumpulkan 10 stampdiberi chewy soes durian isi 10 seharga Rp 75 ribu.
Pengembangan bisnis itu dilanjutkan dengan memutakhirkan tampilan situs Belah Doeren, memiliki manajemen hubungan pelanggan, dan membangun basis data konsumen. Langkah ini, menurut Prawira, bertujuan meningkatkan daya saing usaha dan nilai transaksi konsumen.
Belah Doeren memproduksi berbagai varian rasa, di antaranya pancake duriannutella, durian sauce vanilla, durian sauce matcha, durian goreng, buttercakedurian, chewy soes durian, dan classic soes durian. Varian rasa yang paling laris adalah brownies, pancake, dan nastar durian. Harga makanan olahan durian itu berkisar Rp 15 ribu-100 ribu.
Camilan durian itu diproduksi di pabrik Belah Doeren di Cimahi. Kapasitas produksinya mencapai 400 kotak per hari. Bahan bakunya (durian) dipasok dari Medan, Sumatera Utara. “Dalam sebulan, kami menghabiskan durian sekitar 2 ton,” tutur Prawira. Ia bersama istrinya mengelola usaha ini dan berbagi tugas. “Saya mengurus marketing dan sales. Sedangkan peran istri membuat produk-produk baru dan varian rasa yang inovatif,” ujarnya.
Reportase: Sri Niken Handayani
Riset : Armiadi Murdiansyah

Sumber : https://swa.co.id/youngster-inc/entrepreneur-youngsterinc/prawira-raih-omset-miliaran-dari-belah-doeren
Sukses Membangun Usaha Kafe Sekarang Juga

Sukses Membangun Usaha Kafe Sekarang Juga

Sukses membangun usaha kafe sangat bisa Anda lakukan sekarang juga karena dengan modal yang minim telah banyak contoh suksesnya bisa mengembangkan kafe nya menjadi kafe yang besar dan layak diperhitungkan dan Anda pun bisa tiru cara mereka sekarang juga
Apalagi kita tahu bahwa setiap orang membutuhkan makan, minum, dan juga membangun hubungan dengan orang lain.  Dengan anda membuka kafe, Anda sudah membantu orang lain untuk mendapatkan kebutuhan- kebutuhan tersebut.
Dan juga dengan Anda membangun bisnis kafe yang menjual kopi, teh, dan juga susu hasil alam Indonesia, sebenarnya Anda telah membantu peternak dan petani lokal dengan membeli hasil alam dari mereka, terlebih lagi sebetulnya Anda tengah mengedukasi masyarakat luas citra rasa nikmatnya kopi, teh, dan susu Indonesia.
Pertumbuhan Kafe
Pertumbuhan usaha kafe pun sangat dinamis sekali, yang mengindikasi bahwa usaha kafe sangat diterima dan dibutihkan masyarakat. Saat ini lebih dari 10.000 cafe di Indonesia yang diprediksi masih akan terus tumbuh. Pada 2013-2018, total pendapatan sektor cafe diperkirakan meningkat dari USD 3,4 miliar menjadi USD 4,16 miliar (merdeka.com)
Apalagi, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi dan teh terbaik dunia. Berdasarkan data Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), konsumsi kopi masyarakat Indonesia meningkat 36 persen sejak tahun 2010 hingga 2014 silam (Infobanknews.com)
Dan secara statistik nasional konsumsi kopi dalam negeri menunjukkan tren pertumbuhan, yakni sekira 5%-6% per tahun menjadi 30.000-35.000 ton/tahun (semarang.bisnis.com) bayangkan jika dari 30.000 ton/ tahun Anda mampu menjual 0,01% nya yaitu 30 ton dalam bentuk kopi porsi dalam gelas. Tentu Anda ada ribuan bahkan puluhan ribu porsi yang Anda mampu jual dan coba Anda bayangkan berapa keuntungannya untuk Anda?


Sukses-membangun-kafe
Sumber foto : Jogja.tribunews
Kisah Sukses Kafe

Sukses-membangun-kafe
Sumber foto : wowkeren.com
Ario Bayu
Ario Bayu membuka coffe shop bernama Cultiva Coffee House di Bandung sejak 2015. Pangsa pasar di coffee shop tersebut, Karena lokasi usaha di Bandung, pangsa pasarnya diperuntukkan untuk mahasiswa, sehingga harga yang ditawarkan pun tidak terlalu mahal



Sukses-membangun-kafe
Sumber foto: Okezone.com
Raisa
Wanita kelahiran 6 Juni 1990 yang Menyanyikan lagu Serba Salah yang mana membuat namanya dikenal oleh pecinta musik indonesia. Sebelumnya, Raisa adalah Vokalis band yang dibentuk Kevin Aprilio bernama Andante.
Raisa memiliki kedai kopi diberi nama Titik Temu di Kawasan Seminyak, Bali. Raisa optimis Titik Temu akan ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun asing. Sebab Bali memang tidak asing lagi untuk waisatawan asing dan lokal untuk menjadi tempat wisata, selain itu Raisa menggunakan kopi Indonesia, sehingga tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan


sukses-membangun-usaha-kafe-starupbisnis
sumber foto: twitter.com
Rama Michael
Rama Michael mulai dikenal oleh masyarakat luas dengan bermain dalam sinetron Intan yang digemari oleh masyarakat luas. Rama sering bermain sebagai peran pendukung dalam beberapa judul sinetron. Rama Michael mengawali kariernya tidak langsung terjun dalam dunia sinetron melainkan rommy sapaan akrabnya, mengawali nya dengan menjadi bintang iklan terlebih dahulu.
Rama Michael sangat tertarik untuk mencoba bisnis coffee shop. Pria yang sering muncul di layar kaca ini, membuka usaha coffee shopnya bernama Ideo Kopi. Ideo Kopi ini Rama Michael buka di Bogor Selatan


Sukses-membangun-kafe
sumber foto: Alchetro.com
Rio Dewanto
Rio Dewanto (lahir di Indonesia, 28 Agustus 1987; umur 30 tahun) adalah pemeran dan penyanyi berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal luas melalui peran-perannya dalam film televisi di antaranya adalah Pulang Malu Ngga Pulang Rindu, Rocker Pulang Kampung, Cinta Datang saat Kamu Tidur. Sudah hampir lebih dari 30 judul FTV sudah dimainkannya. Awal kariernya di film layar lebar saat ditunjuk sebagai figuran di film Ratu Kosmopolitan dan Pintu Terlarang (wikipedia.com)
Rio Dewanto mendirikan sebuah Coffee shop yang diberi nama All Coffee & Waffles yang berlokasi di Kemanggisan Raya, Kebun Jeruk, Jakarta Selatan. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp25.000- Rp100.000



sukses-membangun-usaha-kafe-starupbisnis
Sumber foto: devianart.net
Dara The Virgin
Dara Rizki Ruhiana (lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 9 Agustus 1991; umur 26 tahun) atau yang lebih populer sebagai Dara atau Dara The Virgin adalah seorang penyanyi dan aktris Indonesia. Ia  merupakan vokalis grup duo The Virgin, yang juga beranggotakan Mita. Dara memiliki fans club resmi yang akrab disapa Dara Loverz dan sering disingkat DLZ.
Dara merupakan anak sulung dari 3 bersaudara, putri dari pasangan Asep Ruhiat dan Nunung Mardiana. Dara mengawali kariernya sebagai seorang penyanyi saat menginjak sekolah menengah atas (SMA) Al-Muttaqin di Tasikmalaya. Saat itu Dara yang merupakan panitia pensi disekolahnya mengundang beberapa band indie ternama di kota Tasikmalaya, seperti Chronic, Coke-Pit, Harmony Pop. Berawal dari berduet dengan Chronic band dalam acara pensi tersebut sebagai seorang backing vocal, akhirnya Dara tergabung bersama Chronic sebagai seorang backing vocal. (Wikipedia.com)
Dara The Virgin ini selain sibuk menjadi penyanyi juga menyempatkan diri untuk mengembangkan bisnis kedai kopi bernama Ya Playboy’s Coffee House Jakara di daerah Kemang Raya, Jakarta Selatan

Langkah-Langkah Sukses Bangun Tim Bisnis untuk Kafe
Anda sangat perlu membangun tim untuk kesuksesan bisnis Anda, seperti perusahaan besar lainnya, Tim yang perlu Anda kembangkan adalah tim yang harus benar-benar solid dan siap mengahadapi tantangan karena perusahaan mana pun perlu membangun tim yang kokoh
Cara Anda bangun tim, anda harus tentukan dulu Anda membutuhkan tim untuk job desk apa saja.
Nah biasanya sebuah bisnis kafe yang baru startup membutuhkan:

sukses-membangun-usaha-kafe-starupbisnis-
Bagian Keuangan
Bagian Keuangan tentu sangat dibutuhkan perusahaan manapun karena bagian keuangan adalah bagian yang sangat penting untuk perkembangan bisnis Anda, Coba Anda bayangkan ketika Anda tidak memiliki tim keuangan dalam bisnis Anda. Anda akan kesusahan mengatur perencanaan dan pengembangan bisnis Anda. Ibarat Anda ingin menurunkan berat badan tentu Anda harus tau berapa berat badan Anda sekarang, lalu berapa kilogram yang anda ingin turunkan? Dan jangka waktu berapa bulan yang anda inginkan? Lalu langkah apa yang Anda lakukan untuk mengejar goal Anda tersebut dengan waktu yang Anda telah tentukan tersebut? Tentu dengan Anda mengetahui posisi awal, dan tujuan Anda, Anda akan termudahkan untuk mencapai goal Anda.
Sama seperti bisnis Anda, Anda harus memegang kendali atas bisnis Anda termasuk urusan keuangan. Karenanya Anda membutuhkan tim bagian keuangan. Adapun tim keuangan yang Anda butuhkan minimal memiliki kritera seperti berkut:
  • Minimal lulusan D3 Keuangan
  • Siap bekerja di bawah tekanan
  • Memiliki pengalaman kerja serupa
  • Berintegritas
  • Siap bekerja dan menaati peraturan perusahaan
  • Teliti, tegas, dan bijaksana
  • Siap memberi nasihat keuangan.
  • Bisa membuat laporan keuangan dan rencana keuangan

sukses-membangun-usaha-kafe-starupbisnis
sukses-membangun-usaha-kafe-starupbisnis
Bagian Produksi
Tentu bisnis Anda membutuhkan bagian produksi yang paham betul mengenai minuman dan makanan yang Anda jual. Karena jika tidak  memiliki tim bagian produksi, kemungkinan besar bisnis Anda sangat sulit tumbuh. Konsumen membutuhkan solusi atas permasalahannya. Dalam hal Kafe permasalahan mereka adalah makanan, minuman, dan tempat yang nyaman. Jika Anda dan tim memahami makanan, miuman, dan tempat seperti apa yang Konsumen Anda butuhkan, Anda menjadi lebih bisa cepat berkembang dibanding kompetitor Anda yang tidak memahami dan melengkapi kebutuhan konsumen.
Karenanya Anda membutuhkan tim produksi dengan minimal memiliki kriteria sebagai berikut:
  • Minimal lulusan SMK Perhotelan/Pariwisata atau D3 Perhotelan
  • Pernah bekerja di bidang serupa (punya pengalaman)
  • Siap bekerja di bawah tekanan
  • Siap melaksanakan tugas dengan baik
  • Siap melakukan riset kebutuhan konsumen
  • Siap menjalin kerja sama dan membangun hubungan baik dengan pihak supplier
  • Memiliki integritas dan tanggung jawab

Bagian Marketing
Anda memerlukan Bagian Marketing untuk membantu pasarkan kafe Anda dengan baik, adapun tugas marketing adalah untuk menyusun strategi marketing dan mengimplementasikannya dengan baik. Anda harus mempersiapkan tim marketing sebaik mungkin karena mereka adalah “lokomotif” kafe Anda. Jika bagian marketing tidak ada dalam sebuah perusaahan tentu ini memberatkan Anda karena mencari konsumen tertarget bukanlah hal yang mudah jika dilakukan seorang diri. Selain itu tim marketing juga bertugas menyusun design promosi Anda.
Agar Anda mendapat tim marketing terbaik, minimal Anda membutuhkan tim marketing sebagai berikut:
  • Berintegritas atau bertanggung jawab
  • Siap membuat laporan marketing
  • Memiliki ide cemerlang dalam berbisnis
  • Memiliki pengalaman serupa
  • Diutamakan orang yang kreatif
  • Menyukai tantangan
  • Memiliki enterpreurship yang tinggi

Sumber : https://startupbisnis.com/kiat-sukses-membangun-usaha-kafe-starupbisnis-alvindadat/
Inovasi Bisnis Kopi Unik Berwarna Bening Seperti Air Mineral

Inovasi Bisnis Kopi Unik Berwarna Bening Seperti Air Mineral

Dengan rasanya yang khas, kopi menjadikannya sebagai minuman yang banyak disukai orang. Kopi dapat menjadi teman saat bersantai atau sesaat sebelum memulai aktivitas.
Kamu gemar meminum kopi? Apakah sudah mengetahui bahwa kopi ada yang memiliki warna putih dan bening. Buat kamu yang ngakunya pencinta kopi mungkin harus mencoba jenis kopi berikut ini.
Berbeda dari umumnya, kopi buatan dua pria asal Slovakia David dan Adam Nagy ini. Kopi dengan label CLR CFF memiliki warna putih layaknya air mineral yang tak memiliki rasa.
Dilansir dari Food and Wine, Kamis (15/03/18) David dan Adam memilih untuk membuat resep racikan kopi sendiri, agar mereka berbeda di pasaran namun tetap dengan kebutuhan mereka.
Dua bersaudara itu mengatakan pada Evening Standard, produk kopi mereka terinspirasi dari kebiasaan keduanya yang memang pencinta kopi.
Mereka bosan mengonsumsi kopi hitam karena kerap membuat gigi bernoda.
CLR CFF terbuat dari kopi arabika berkualitas tinggi dan diolah menggunakan campuran air murni (pure water) tanpa bahan pengawet, penambah rasa buatan, gula, atau pemanis lainnya.
Keduanya membutuhkan waktu tiga bulan lebih ini untuk menghasilkan resep unik ini. 
Selain itu, kopi ini tidak mengandung bahan kimia sehingga aman diminum. Dengan kemasan yang praktis, kopi ini tak perlu diseduh karena bersifat ready to drink.
Jika kamu tertarik dengan kopi CLR CFF, kamu bisa membelinya secara online via Amazon seharga US$30 atau hampir Rp413ribu untuk empat botol berukuran 200ml.
Tertarik untuk mencoba membelinya?

Sumber : https://www.smartbisnis.co.id/content/read/belajar-bisnis/inspirasi-bisnis/inovasi-bisnis-kopi-unik-berwarna-bening-seperti-air-mineral

Kategori

Kategori