Showing posts with label KISAH NYATA. Show all posts
Showing posts with label KISAH NYATA. Show all posts

Kisah Sukses & Inspiratif James Jebbia, "Pendiri Merk Supreme Yang Berharga Fantantis"

Biografi James Jebbia. Pernah mendengar merk Supreme? Supreme merupakan salah satu merk atau brand fashion streetwear terkenal di dunia. Supreme sebagai salah satu merk yang paling menghipnotis di dunia selain karena keunikan produknya juga karena produknya yang juga sangat terbatas atau langka.
Sehingga tidak mengherankan jika orang terutama kalangan anak muda rela merogoh koceknya dalam-dalam hanya untuk membeli produk dari Supreme ini.
Tidak banyak orang yang tahu tentang asal-usul brand Fashion ini, namun perlu diketahui bahwa orang dibelakang merk Supreme ini adalah James Jebbia yang dikenal sebagai pendiri brand Supreme yang terkenal ini. Berikut kamis sajikan Biografi James Jebbia dan sejarahnya dalam mendirikan Brand Supreme.

James Jebbia dilahirkan pada tanggal 22 Juli 1963 di Amerika Serika. Ayahnya bekerja sebagai tentara di Angkatan Udara Amerika Serikat, dan ibu bekerja sebagai seorang guru. Namun di usia 10 tahun, Orang tua dari James Jebbia bercerai.
Di usia 18 bulan, James yang masih balita pindah ke Inggris. Ia baru kembali ke Amerika saat ia berusia 19 tahun dan tinggal di kota New York pada tahun 1983 dan menyewa apartemen seharga 500 dollar kala itu.
Bekerja di Toko Pakaian dan Skate
James Jebbia kemudian mendapatkan pekerjaan di Parachute, sebuah toko pakaian dan skate terletak di SoHo, sebuah wilayah di Lower Manhattan, New York City.
Toko tempat James Jebbia bekerja memiliki banyak pelanggan tang terkenal seperti Michael Jackson dan juga Gary Numan. Namun tak lama kemudian, James Jebbia memutuskan untuk keluar dari pekerjaanya dan ingin memulai bisnis sendiri.
Membuka Toko Tas Ransel
James jebbia kemudian membuka sebuah toko kecil di wilayah Broadway dan West 4th Street dengan pacarnya. Tokonya menjual dan membuat tas ransel.
Pada tahun 1989, James Jebbia membuka toko bernama Union di wilayah Spring Street, Lower Manhattan. Di sinilah, James Jebbia mulai menemukan passionnya dan mulai bahagia pekerjaannya.
James Jebbia berusaha mendapatkan hak untuk menjual brand tertentu di tokonya Union. Dalam sebuah kesempatan, ia bertemu dengan Shaun Stussy, pria yang mendirikan merk Eponymous. James Jebbia bersama dengan Shaun Stussy memulai hubungan kerjasama yang kuat. Ia juga mulai belajar dari Shaun bagaimana memasarkan sebuah merk.
Mendirikan Brand Merk Supreme
Suatu ketika Shawn Stussy menjual sebagian besar kepemilikan merknya. Hal ini membuat James Jebbia kemudian mendirikan brand merk sendiri dengan nama Supremeyang kala itu menyasar para penggemar skateboard di Amerika Serikat.

Para karyawan yang dipekerjakan oleh James Jebbia rata-rata merupakan para penggemar Skateboard. James Jebia ingin agar brand Supreme kala itu sebagai salah satu merk skate di Amerika.
Supreme Sebagai Merk Streetwear Terkemuka
Supreme dengan cepat menjadi salah satu merek streetwear underground terkemuka di Amerika Serikat. Strategi kesuksesan brand Supreme adalah Keunikan Supreme dalam memproduksi produk-produknya diproduksi dalam edisi dan jumlah yang terbatas.

Dalam biografi James Jebbia diketahui bahwa ia secara teratur berkolaborasi dengan merek-merek ternama lainnya seperti Comme des Garรงons, Levi’s, Vans dan Louis Vuitton.
Selain itu ia juga berkolaborasi dengan artis-artis papan atas seperti Damien Hirst, Takashi Murakami dan Richard Prince, serta band-band seperti The Clash dan The Misfits. Kemitraan ini telah membantu Supreme menjadi ikon merk dalam budaya remaja atau anak muda.
James Jebbia menikah dengan seorang wanita bernama Bianca. Dari pernikahannya itu, ia memiliki dua anak yakni seorang anak laki-laki bernama Miles dan seorang gadis bernama Nina.
Mengapa Merk Supreme Sangat Populer dan Mahal?
…Yang paling penting bagi kami adalah memiliki produk-produk hebat di toko yang kami harap orang-orang akan suka apa yang mereka beli dan laku, dan kami terus bergerak. – James Jebbia
Dalam strategi bisnis, Ketika suatu produk tertentu dari salah satu perusahaan terbesar di dunia mengalami permintaan tinggi, maka perusahaan merespons dengan membuat lebih banyak produk tersebut. Dengan begitu lebih banyak permintaan yang berarti lebih banyak penjualan, dan lebih banyak keuntungan.
Namun hal itu tidak berlaku bagi Supreme. Filosofi Supreme sangat sederhana yakni tidak pernah membuatnya lagi. Supreme sangat mementingkan eksklusivitas. Bagi James Jebbia dan Supreme suatu nilai produk akan meningkat jika diproduksi dalam jumlah terbatas.

Produk-produk yang dikeluarkan oleh Supreme sendiri seperti pakaian, tas, aksesoris dan banyak juga produk-produk unik misalnya batu bata, palu, dan lain-lain. Walaupun begitu produk produk tersebut sangat laku keras karena hanya di produksi terbatas dan eksklusif.
Para pembeli atau penggemar dari merk Supreme bahkan rela menunggu dengan mengantri berhari-hari ketika Supreme mengeluarkan produk baru yang terbatas jumlahnya. Eksklusivitas menciptakan kemewahan dan dengan demikian menciptakan nilai.
Sumber : https://www.biografiku.com/biografi-james-jebbia-pendiri-merk-supreme-yang-berharga-fantantis/

Kisah Sanim, Tukang Becak Tak Tamat SD yang Kini Punya Puluhan Mobil Mewah dan Dua Pabrik

Meskipun tidak lulus SD ternyata tidak membatasi seseorang untuk menjadi sukses



Sukses tidaknya seseorang memang kadang tidak dipengaruhi seberapa tinggi jenjang pendidikan atau jabatan. Realitanya, banyak orang yang sukses di dunia tanpa memiliki gelar ataupun status sosial yang tinggi. Misalnya saja Bill Gates yang pernah di-DO sekolahnya  atau Bob Sadino yang pernah menjadi pedagang kaki lima. Kesuksesan lebih ditekankan pada kemauan keras seseorang untuk mengubah nasib.
Begitu pula yang terjadi pada tukang becak di Cirebon ini. Lantaran ingin mengubah nasib dan membahagiakan keluarga, dia mencoba berbagai cara agar menjadi kaya dan sukses. Alhasil kini dengan usahanya itu, dia memiliki laba ratusan juta dan puluhan mobil pribadi. Bagaimana kisah suksesnya? Simak ulasan berikut.

Bahkan hampir tak tamat SD dan hanya seorang becak

Sanim, sama dengan para tukang becak lainnya, setiap pagi dia mencari nafkah dengan mangkal di sekitar area pabrik gula Cirebon. Sanim bukanlah orang yang berpendidikan, dia hanya sekolah sampai SD saja, itupun cuma tidak selesai kelas 4. Akhirnya setelah bingung mau bekerja apa, Sanim memilih untuk bekerja sebagai tukang becak hingga dua tahun.
Tukang Becak [image source]
Setiap pagi hingga sore pria ini, Sayangnya kadang penghasilan dari membecak ini seringnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja, sehingga Sanim mesti memutar otak untuk mendapatkan tambahan uang. Bahkan tidak jarang jika Sanim harus berhutang pada tetangga dan keluarga karena hasil yang didapatkan sangat sedikit.

Bekerja menjadi buruh pabrik garam

Bersama teman-teman tukang becaknya, Sanim mendaftar sebagai buruh sebuah pabrik yang waktu itu melakukan lowongan besar-besaran. Meskipun tanpa pengalaman dan pengetahuan, dia berharap bisa lebih meningkatkan kesejahteraan hidupnya dengan menjadi pegawai pabrik. Meskpun nantinya mungkin dia hanya bisa menjadi kuli angkut pabrik.
Punya Pabrik Garam [image source]
Tapi bagi Sanim itu lumayan ketimbang harus membecak karena sekarang sudah sangat jarang ada penumpangnya. Ternyata benarlah apa yang dipikirkan Sanim, lambat laun keuangan keluarganya mulai membaik ketimbang saat membecak dulu. Namun sayang dia tidak melanjutkan lama bekerja di sana karena lebih memilih membuka usaha sendiri.

Membuka usaha garam dan sering ditolak pinjaman

Setelah dua bulan bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik garam, Sanim memutuskan untuk keluar. Sangat singkat memang, tapi keputusan yang Sanim ambil ini memang berdasarkan alasan yang kuat. Dia sadar potensi bisnis garam ini bisa lebih maju jika dimanfaatkan dengan baik. Atas dasar tersebut lah pria itu memutuskan untuk membuka garam sendiri. Bersama istrinya dia mendirikan produksi garam di sekitar areal rumah, lambat laun usahnya semakin berkembang saja.
Sering ditolak pinjaman [image source]
Namun Sanim sempat terkendala masalah modal yang entah tidak tahu harus cari di mana. Akhirnya dia memutuskan untuk meminjam di bank, tapi yang ada malah ditolak karena keadaan tempat produksinya yang masih bilik dinilai tidak akan profit. Beruntung masih ada bank yang mau meminjamkan uangnya sehingga usahanya masih bisa maju.

Keuntungan 400 juta per bulan dengan dua pabrik

Siapa sangka ternyata usaha keras mantan tukang becak itu membuahkan hasil yang luar biasa. Konon laba dari pabrik garam Sanim bisa sampai 400 juta perbulan, belum lagi kalau sedang naik harga, bisa sampai nominal setengah milyar lebih.
Pak Sanim [image source]
Sanim sudah memiliki 2 pabrik besar sebagai tempat industri garamnya, dalam satu hari ada lebih dari 6 truk besar yang siap mengangkut garam milik Sanim. Sudah ratusan orang bekerja padanya, selain itu dia juga memiliki 10 mobil berkat hasil dari produksi garam buatannya.
Kisah Sanim ini seharusnya memberikan motivasi pada diri kita. Seorang tukang becak ternyata juga memiliki kesempatan sukses sama dengan para sarjana. Semua tergantung kemampuan keras pada diri sendiri, apakah mau seperti ini saja atau menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Sumber : https://www.boombastis.com/sanim-becak-pengusaha/106193

MANTAN BURUH INI BANTING SETIR JADI PENGUSAHA, PER BULAN OMZETNYA RP 100 JUTA. APA UHASANYA?

Bagi Anda yang bosan menjadi pegawai barangkali bisa meniru Saksono Dwi Handarto. Sebab, setelah keluar dari tempat kerjanya, kini usahanya mampu mencapai omzet Rp 100 juta per bulan. Bagaimana kisahnya?





Bagi Anda yang bosan menjadi pegawai barangkali bisa meniru Saksono Dwi Handarto. Sebab, setelah keluar dari tempat kerjanya, kini usahanya mampu mencapai omzet Rp 100 juta per bulan. Bagaimana kisahnya?
Bangunan kantor sekitar 4 x 6 meter di Jalan Karate No 14, Keluarahan Ngaglik, Kecamatan Batu, itu tampak berbeda dengan beberapa bangunan kantor di sekitarnya. Di depan kantor bercat putih itu tampak beberapa gerobak.
Di sela-sela gerobak itu tampak seorang pria berkacamata sedang sibuk mengecek gerobak. Dia adalah Saksono Dwi Handarto, pengusaha gerobak yang mampu menembus pasar luar negeri. ”Maaf, tempatnya penuh dagangan.
Ngobrol-nya di ruang tamu,” kata Saksono Dwi Handarto kepada Jawa Pos Radar Batu kemarin (20/8).
Pria kelahiran 23 April 1970 ini mengaku memulai usaha jasa pembuatan gerobak sejak tahun 2007. Saat itu, dia masih bekerja di salah satu perusahaan swasta.
Akan tetapi, karena usahanya terus mengalami tren positif, pada tahun 2008 Dwi memutuskan mundur dari tempat kerjanya. Pria 47 tahun ini memilih untuk fokus mengembangkan usahanya. ”Karena sejak remaja memang ingin jadi pengusaha,” ungkap pria dengan tiga putra ini.
Tak hanya itu, pada tahun 2016 lalu produknya sudah tembus ke pasar Malaysia. Hal ini karena dia rajin memasarkan produknya di media sosial dan website.
”Pembeli dari Malaysia itu tahunya dari internet,” terangnya.
Selain pasar Malaysia, Dwi juga memasarkan produknya ke luar Jawa seperti Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya, dan Sumatera.
Saat ini, omzet usahanya mencapai Rp 100 juta per bulan. Dia pun beberapa kali diminta jadi narasumber dalam seminar kewirausahaan kampus di Indonesia.
”Tiap bulan rata-rata ada sekitar 30 pesanan gerobak,” ungkap suami Tubu Respati ini.
Padahal, Dwi memulai usaha tersebut hanya dengan modal nekat dan tanpa keterampilan khusus. Dwi belajar mengembangkan usahanya secara otodidak dari internet. ”Saya belajarnya hanya lewat internet saja,” ujarnya.
Ke depan, Dwi ingin terus mengembangkan usahanya, serta memotivasi karyawannya. Dia ingin karyawannya juga bisa mandiri seperti dirinya. ”Sukses itu ketika karyawan saya punya usaha yang lebih besar,” tandas dia.
Pewarta: Dian Kristiana
Penyunting: im N
Copy Editor: Arief Rohman
Fotografer: Dian Kristiana
Sumber : http://www.radarmalang.id/mantan-buruh-ini-banting-setir-jadi-pengusaha-per-bulan-omzetnya-rp-100-juta-apa-uhasanya/

Kisah Adi Ismail, Buruh Pabrik Biasa yang Jadi Kaya dan Bahkan Bisa Boyong Lamborghini

Asal ada niat untuk mengubah nasib, pasti kesuksesan akan datang


Kesuksesan kadang bukan hanya dipengaruhi oleh gelar dan jabatan saja. Pasalnya kebanyakan orang sukses tidak selamanya adalah mereka yang memiliki gelar atau jabatan yang tinggi. Justru umumnya adalah mereka orang biasa yang berani mengambil keputusan nekat membuka usaha.

Begitu pula yang terjadi pada pemuda ini, lantaran bosan menjadi seorang buruh pabrik biasa, dia memutuskan untuk membuka usaha. Dan lihat apa yang terjadi beberapa tahun kemudian, buruh pabrik ini memiliki mobil mewah dan pendapatan luar biasa, Bagaimana ceritanya? Simak ulasan berikut.

Hanya seorang buruh pabrik biasa

Awalnya, Adi Ismail hanyalah seorang buruh pabrik tekstil biasa. Namun semakin lama dia bekerja, makin sadar pula bahwa itu bukanlah jalannya. Terus-terusan bekerja dengan mengikuti visi dari orang lain membuat batinnya jadi semakin tersiksa. Apalagi melihat minimnya gaji yang dia terima saat menjadi buruh, hanya cukup buat makan sehari-hari saja.

buruh tekstil [image source]

Merasa sangat penat dengan apa yang selama ini dia lakukan, Adi Ismail memutuskan untuk keluar saja dari pekerjaannya dan mencari pendapatan yang baru. Siapa sangka kalau apa yang dia lakukan itu adalah langkah yang sangat tepat karena mengantarkannya ke jalan kesuksesan.

Mencoba peruntungan pada makanan

Langkah awal yang Adi Ismail lakukan adalah mencoba membuka sebuah usaha untuk mencari pendapatan. Dalam keadaan bingung mau memulai bisnis apa, Adi Ismail akhirnya bertemu temannya Herry, seorang mantan pekerja di sebuah restoran yang juga sudah keluar dari pekerjaannya dan mau menjadi pengusaha juga.

susu produk awal [image source]

Akhirnya mereka berdua bermitra untuk membuka usaha kuliner bersama yang dirintis mulai dari nol bersama. Alasan pembukaan bisnis makanan ini simple, setiap orang memang butuh makan, oleh sebab itu bisa dipastikan barang yang mereka jual bakal laku keras. Ditambah lagi ada Herry yang memang memiliki latar belakang pengalaman bekerja di sebuah restoran.

Kurang tidur akibat terlalu sibuk

Bersama, mereka berdua mendirikan perusahaan food majestic, di mana usaha tersebut sudah sangat maju hingga ke berbagai sektor. Awalnya perusahaan tersebut hanya fokus pada produk susu, namun semakin lama usahnya jadi sangat berkembang seperti sekarang ini.

Bersama partner [image source]

Hampir-hampir tidak ada waktu bagi Ismail untuk tidur karena mesti mengatur banyak hal agar perusahaannya tidak sampai collapse. Dengan membaca tren makanan yang sedang booming dan mengikuti banyak bazaar, hal tersebutlah yang digadang sebagai kunci sukses mengelolah perusahaan milik Ismail. Dengan bantuan Herry sebagai COO food majestic, hingga kini perusahaan mereka bisa menghasilkan omset ratusan hingga milyaran rupiah.

Kesuksesan yang diraih sekarang

Akibat usaha kerja kerasnya, kini pengusaha muda itu sudah bisa menuai buahnya. Tidak tanggung-tanggung, dalam satu hari, Ismail dapat mendapatkan uang sampai 36 juta rupiah. Itu semua didapatkan dari bisnis makanan dan beberapa bisnis internet yang sedang ia jalankan. Hampir setiap minggu pria ini mesti terbang ke negara yang berbeda untuk semakin memperlancar bisnis yang dia kelola.
Belum lagi kini Ismail telah memiliki mobil mewah Lamboghini Gallardo yang siap mengantarnya ke manapun dia mau. Dengan usia yang masih 30-an, pria ini telah menjadi salah satu pengusaha sukses asal Indonesia yang berkiprah di luar negeri. Ternyata keputusannya untuk keluar dari pabrik adalah benar, tidak dibayangkan kalau dulu dia tetap bekerja di sana, pasti tidak akan sesukses ini.
Cerita kesuksesan Adi Ismail membuktikan kalau meskipun seorang buruh pabrik biasa ternyata juga bisa menjadi seorang sukses. Bahkan mengalahkan para pekerja profesional yang mungkin bergelar sarjana. Kalau orang seperti Ismail saja bisa, tidak menutup kemungkinan kalau kita juga bisa sukses.

Sumber : https://www.boombastis.com/adi-ismail-buruh-pabrik/107018

Masya Allah, Tukang Becak Ini Dirikan 9 Sekolah

Semangat pantang menyerah untuk selalu berbuat kebaikan tidak pernah luntur dalam diri Ahmed Ali. Pria 82 tahun asal Distrik Karimghanj, Negara Bagian Assam, India, ini sangat setia dengan profesinya sebagai pengayuh becak.



Bahkan dari profesi itu, dia sudah mendirikan sekolah untuk anak-anak kurang mampu di desa Madhurband, Patharkandi. Tidak hanya satu, namun sembilan buah.

Kisah Ali dikisahkan dalam siaran radio 42nd 'Mann Ki Baat' yang dipandu langsung oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi. Sang Perdana Menteri memuji langkah Ali yang telah berjasa besar pada masyarakat di sekitar tempat tinggal, dekat perbatasan dengan Bangladesh.

 Ali meresmikan salah satu sekolah yang baru dia dirikan

Modi menyebut kerja keras Ali merupakan lambang tekad yang dimiliki rakyat India.
" Saat saya harus membaca surat Anda tentang bagaimana seorang pengayuh becak dari Karimghanj di Assam, Ahmed Ali, telah membangun sembilan sekolah bagi anak-anak kurang mampu, ini sekilas memberikan pandangan kepada saya tentang tekad dari negara ini," ujar Modi, dikutip dari India Times, dikutip pada Rabu, 28 Maret 2018.

Ikhlas Karena Allah SWT

Ali sempat mendengarkan siaran tersebut bersama istri, ketiga anaknya, dan para kerabatnya. Wajahnya sempat terbelalak ketika namanya disebut.

" Saya memulai pekerjaan saya dengan berharap kepada Allah SWT dan meraih keberhasilan berkat dorongan penduduk setempat," ucap Ali, yang punya pengalaman putus sekolah.

Ali kemudian bercerita pada 1978, dia menjual sebidang tanangnya dan mengumpulkan sedikit uang dari tetangga desanya untuk mendirikan sekolah dasar.

Selama 40 tahun, Ali terus menjalankan langkah tersebut, hingga berdiri sembilan sekolah, tiga sekolah dasar, lima sekolah menengah pertama dan satu sekolah menengah atas.

 Ali

Ali memiliki tanah seluas 36 bigha, setara 48.240 meter persegi. dari luas tersebut, sebanyak 32 bigha tanahnya, setara 42.880 meter persegi telah dia gunakan untuk mendirikan sekolah. Ukuran tanah 1 bigha di Assam setara dengan 1.340 meter persegi.

Punya SD, SMP, SMA, Bakal Punya Perguruan Tinggi

Dari sembilan sekolah yang dia dirikan, hanya satu sekolah yang menggunakan nama Ali. Itupun karena desakan dari warga desa.

" Saya punya mimpi bisa membangun setidaknya 10 sekolah di lingkungan saya. Saya sekarang ingin membangun perguruan tinggi sesegera mungkin agar para pelajar dari keluarga miskin tidak berhenti menempuh pendidikan usai lulus dari jelas 10," ucap Ali.

Ali mengaku punya pengalaman pahit putus sekolah karena miskin. Pengalaman itu sangat menyakitkan baginya.

" Saya tidak ingin melihat anak putus sekolah dari keluarga miskin lagi. Ini merupakan dosa siapa saja jika membiarkan ada anak yang tidak dididik. Saya merasa bahagia bisa melihat anak laki-laki dan perempuan di desa bisa sekolah," kata dia.

Sumber : https://www.dream.co.id/orbit/masya-allah-pengayuh-becak-ini-sukses-dirikan-9-sekolah-180328s.html

Viral, Pedagang Bakso Beri Makan Tuna Wisma, Bikin Terenyuh

Usai videonya diunggah, pedagang tersebut dibanjiri pujian netizen.
Tak perlu menunggu kaya untuk menjadi dermawan. Kita bisa mencontoh seorang pedagang bakso satu ini.

Pedagang bakso ini tertangkap kamera sedang menyiapkan semangkok bakso. Bukan sedang melayani pembeli, bakso itu ternyata diberikan kepada seorang tuna wisma yang duduk tidak jauh dari gerobaknya.



Rekaman video aksi dermawan pedagang bakso ini viral di media sosial usai diunggah oleh pemilik akun Facebook Abdul Mutawakil Husain ke Grup Portal Gorontalo. 

Sudah sepantasnya kt sebagai manusia hrus saling mengasihi, smoga rejeki bapak dilancarkan oleh Allah SWT," tulis Abdul.

Di video itu, terlihat seorang pedagang bakso keliling menghentikan gerobaknya di pinggir jalan. Tak berapa lama pedagang itu membawa semangkuk bakso yang diberikan kepada seorang pria diduga gelandangan yang duduk di pinggir jalan.

Aksi dermawan pedagang bakso itu direkam tanpa sepengetahuannya. Usai videonya diunggah, pedagang tersebut dibanjiri pujian netizen.

(Sumber: planet.merdeka.com)  

Kisah Wanita Beromzet Rp412 M yang Pernah Ditolak 148 Investor

Untuk Sukses Ternyata Dia cuma pakai dua trik.
Seorang wanita bernama Kathryn Minshew, tak patah arang ketika investor menolak menanamkan modal di bisnis rintisan (startup) miliknya. Penolakan ini tak terjadi sekali dua kali, tetapi juga 148 kali.

Menyerah? Tidak. Minshew terus berusaha sampai akhirnya ada yang mau berinvestasi di startup karier yang dirintis, The Muse.

Dilansir dari Business Insider, Senin 2 April 2018, startup konsultan karier dan pencarian kerja ini mampu mencetak pendapatan sebesar US$30 juta (Rp412,77 miliar).

Minshew yang menjadi CEO sekaligus Cofounder The Muse berbagi tips sukses menggaet investor. Ada dua cara yang harus dilakukan seorang pebisnis baru agar investor tertarik membenamkan dananya. Apa saja?

Pertama, menentukan waktu rapat. Minshew mengaku dulu mengadakan rapat dengan investor jika ada waktu. Kini, cara ini ditinggalkan. Dia meminta investor untuk mengikuti jadwal rapatnya.

“ Saat ini saya selalu bilang, ‘Saat ini, saya selalu bilang harus menyelesaikan urusan di rapat pertama pada tanggal sekian. Izinkan saya tahu jika Anda bisa atau tidak. Jika tidak bisa, tidak apa-apa’,” kata dia.

Yang kedua, Minshew tak pernah membeberkan siapa dirinya di depan investor. Jika mengaku sebagai CEO, investor akan merasa tidak nyaman. Sebaliknya, jika mengaku sebagai konsultan, investor akan memberikan masukan yang lebih baik.

“ Jika memberi tahu Anda seorang CEO, investor atau orang yang kita ajak rapat akan memberikan masukan yang positif karena tak ingin menyakitkan perasaan. Namun, jika mengaku sebagai konsultan atau semacamnya, mereka akan memberikan masukan yang lebih jujur,” kata dia.(Sah)

Sumber : https://www.dream.co.id/dinar/ditolak-148-investor-wanita-ini-sukses-rintis-startup-1804029.html

Masya Allah, Pedagang Ini Tetap Sholat Meski Ngasong di Jalan

Sholat adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Begitu azan berkumandang, kewajiban itu harus segera ditunaikan.



Kesadaran ini tampaknya sudah tertanam dalam diri seorang pedagang minuman di bilangan Jakarta Pusat. Begitu azan berkumandang, pedagang wanita ini seketika melaksanakan sholat, meski di pinggir jalan.

Tanpa disadari, pengasong perempuan ini tertangkap kamera saat menjalankan sholat di samping gerobaknya. Video itu segera menjadi viral setelah diunggah oleh pemilik akun Facebook Eris Riswandi.

" Mencari nafkah adalah kewajiban, sholat lima waktu pun adalah kewajiban," tulis Eris.

Menurut Eris, pedagang tersebut sholat di pinggir jalan karena tidak ada yang menjaga gerobaknya. Maklum, dia hidup sendirian di Jakarta.

" Bagi si ibu saat azan berkumandang tidak ada waktu lagi untuk menunda kewajiban," tulis Eris.

Eris menambahkan, pedagang tersebut biasa berjualan di sekitar Monas hingga dekat Masjid Istiqlal.

Sumber : https://www.dream.co.id/orbit/allahu-akbar-pedagang-ini-tak-risih-sholat-di-tepi-jalan-180404k.html

Kisah Ann's Bakehouse, Toko Kue yang Sukses Berkat Platform Digital

Bisnis di bidang food and beverage (F&B) merupakan salah satu jenis bisnis yang populer di kalangan anak muda. Wujud dari bisnis F&B ini pun bermacam-macam, mulai dari membuat restoran hingga toko kue.

Di Jakarta, ada sebuah toko kue yang sukses membesarkan namanya berkat cermat memanfaatkan platform digital. Toko kue yang terletak di Jalan Sambas, Kebayoran Baru itu bernama Ann's Bakehouse.



Saat bertemu dengan Liputan6.com, Co-founder Ann's Bakehouse Putri Yuannisa atau yang akrab dipanggil Ica bercerita bahwa bisnis kue yang dijalankannya tersebut bermula sejak tahun 2014.

Dulunya toko kue tersebut bernama La Madeleine, namun demi mengikuti perkembangan zaman, Ica dan rekannya memutuskan untuk melakukan re-branding.

Selama tiga tahun pertama, bisnis kue itu mereka jalani secara online. Meski tidak memiliki kemampuan memasak dan membuat kue sebelumnya, Ica tidak gentar. Ia tetap bertekad kue hasil produksinya bisa laku di pasaran. Modal yang terbatas juga tidak dijadikan penghalang.

"Dulu modalnya cuma sekitar Rp 50 juta, kita sewa tempat untuk bikin semua kue kita," kata Ica eperti ditulis, Sabtu (16/2/2018).

"Soalnya kalo kita lihat kan kue-kue yang ada di pasaran dulu begitu-begitu aja. Nah Ann's Bakehouse ini kita dirikan dengan produk-produk inovasi yang berbeda," lanjut dia.

Upaya yang dilakukan pun berbuah manis. Bisnis yang ia jalankan terus berkembang pesat. Ica mengaku, kesuksesan bisnisnya ini tidak lepas dari pemanfaatan platform digital yakni Google Bisnisku.
"Platform digital yang kita pakai itu efeknya besar banget. Karena kita dulu dasarnya di online jadi kita bisa tahu perilaku konsumen itu gimana," tutur Ica.

Pada Bulan Agustus 2017, Ann's Bakehouse akhirnya membuka toko fisik. Ann's Bakehouse berkomitmen untuk memberikan pelayanan one-stop solution bagi kebutuhan kue baik individu maupun perusahaan.

"Karena ada beberapa pelanggan kita yang dulu pengen nyobain kue dalam slice, nah kalo di online kan enggak bisa. Terus alasan kita bikin toko offline ini juga karena kita udah mau ngejar klien corporate jadi harus ada tempat yang bagus," kata Ica.

Toko kue ini juga memperluas lini bisnisnya ke bidang Business to Business (B2B). Mereka membuka jasa untuk menjadi pemasok kue dan roti premium untuk bisnis food and beverage seperti restoran, coffee shop, dan catering.

Ann's Bakehouse & Creamery juga dapat menjadi rekan bagi perusahaan yang ingin menyelenggarakan product launching atau kegiatan rapat rutin melalui pelayanan Ann's Coffee Break.
Ica mengatakan, saat ini Ann's Bakehouse sudah bisa melayani pemesanan hingga ke 188 alamat. 

Kue yang dijual di Ann's Bakehouse harganya berkisar dari Rp 300 ribu hingga Rp 2 juta. Toko kue tersebut juga menerima pemesanan kue sesuai kebutuhan pelanggan.

Meski enggan menyebut berapa omzet yang dikantongi per bulan, Ica mengatakan bahwa Ann's Bakery bisa meraup peningkatan sebanyak 10 - 15 persen per tahunnya.

Demi mencakup pasar yang lebih luas, Ann's Bakery juga mengadakan kerja sama dengan beberapa merek lokal dengan mengadakan kompetisi di media sosial ataupun mengeluarkan resep kue yang unik.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/3290470/kisah-anns-bakehouse-toko-kue-yang-sukses-berkat-platform-digital?source=search

Lumpuh dan Bisu, Wanita Ini Sukses Jadi Miliarder

Bagi mereka yang pantang menyerah, rasanya tak ada halangan apapun yang dapat menahannya terus maju saat bergelut di dunia bisnis. 

Simak saja perjalanan Suna Kirac yang didiagnosa menderita penyakit saraf progresif, Amyotrophic lateral sclerosis (ALS) pada 2000, tapi sukses mencatatkan namanya sebagai salah satu miliarder terkaya di dunia tujuh tahun kemudian.



Bayangkan saja, melansir laman Wealth-X, Jumat (2/3/2018), sejak saat itu, Kirac hanya dapat berkomunikasi menggunakan matanya saja. Itu lantaran penyakitnya terbilang sangat serius dan menyebabkan kelemahan otot. Lebih parah lagi, ALS dapat memicu kecacatan hingga akhirnya kematian.

Suna Kirac lahir di Ankara, Turki pada 1941. Ketertarikannya akan dunia bisnis, diturunkan dari sang ayah, Vehbi Koc. Ayahnya merupakan pendiri Koc Holding, salah satu perusahaan besar di Turki yang bergerak di bidang energi, otomotif, makanan, dan keuangan.

Sebagai anak bungsu dari pengusaha kaya dan ternama, Kirac tidak tumbuh sebagai anak manja yang hanya mengandalkan harta orangtua. Sejak kecil, Kirac terkenal senang menantang dirinya sendiri untuk menjadi sosok yang produktif.

Tak seperti kebanyakan anak orang kaya lain, dia kerap tidak menggunakan fasilitas yang diberikan orangtuanya. Masuk ke dunia perkuliahan, Kirac memilih fokus mempelajari perbankan dan keuangan.

Perjalanan karier

Kirac memulai kehidupan kariernya dengan bekerja sebagai asisten di Vehbi Koc pada 1960. Lima tahun kemudian, ia mendapatkan promisi menjadi sekretaris di perusahaannya. Pada 1980, Kirac lantas ditunjuk menjadi wakil presiden direktur oleh dewan direksi perusahaan. Sejak saat itu, dia lantas menjabat berbagai posisi di dewan direksi di beberapa anak usaha Koc Holding, baik sebagai presiden atau dewan.

Berkecimpung di dunia bisnis, Kirac tak melupakan dunia pendidikan. Secara pribadi, ia mendanai konstruksi Suna Kirac Hall di Roberct College. Dia juga turut mendirikan yayasan Koc Ozel dan Koc University.

Banyaknya energi dan komitmen yang dicurahkan Kirac dalam menjalani kariernya di dunia bisnis ternyata harus terganjal berita buruk. Dirinya didiagnosa menderita ALS yang melumpuhkan hampir semua otot tubuhnya. Sejak saat itu, Kirac hanya dapat berkomunikasi menggunakan mata.

Sakit bukanlah penghalang

Bukan Kirac namanya jika ia menyerah begitu saja. Meski hanya bisa menyampaikan maksudnya lewat mata, Kirac terus bertahan untuk tetap produktif. Dirinya masih melanjutkan tugas dari seluruh jabatan yang telah ia emban selama ini.

Tak heran, pada 2007, ia sukses mencatatkan namanya sebagai salah satu miliarder terkaya di dunia dengan total harta sebesar US$ 1,2 miliar. Kini dengan harta senilai US$ 2 miliar, Kirac menjadi orang terkaya ke-8 di Turki.

Dengan suaminya, ia juga mendirikan Pera Museum yang memamerkan berbagai jenis lukisan oriental dan sejumlah benda antik lain.

Daya juang Kirac memang patut diacungi jempol. Meski hanya bisa berkomunikasi lewat mata, Kirac terus berusaha keras mengedepankan keinginannya untuk mendulang sukses di dunia bisnis. Sakitnya jelas tak jadi penghalang.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/3336221/lumpuh-dan-bisu-wanita-ini-sukses-jadi-miliarder?source=search

Kategori

Kategori