Walau kelihatannya mustahil, mendirikan bisnis modal kecil untung besar bukan angan-angan lho. Hal itu bisa terwujud jika kamu berguru dengan Bob Sadino.
Semua tentu tahu dong, almarhum Bob Sadino emang selalu jadi panutan siapa aja dalam berbisnis. Emang sih, apa yang dikatakan om Bob dalam kata mutiaranya kadang nyelekit. Tapi jangan salah, itu adalah pelajaran berharga dari seorang legenda bisnis.
Pria yang nama aslinya adalah Bambang Mustari Sadino ini merupakan contoh nyata seseorang yang keluar dari zona nyaman dan memulai bisnis dari nol.
Dalam wawancaranya dengan Bintang.com, Bob Sadino memberikan nasihat bagi yang pengin punya bisnis modal kecil untung besar.
Pengin tahu apa aja nasihat beliau? Yuk baca ulasannya di bawah ini.
1. Pilih bisnis yang kamu kuasai
Fokus dulu sama yang kamu pahami, pasti cepet untung deh (Liputan 6)
Pengin punya bisnis modal kecil untung besar? Jangan pernah niru orang lain, pilih aja bisnis di sektor usaha yang kamu kuasai.
Dengan melakukan hal ini, kamu bakal menghemat waktu. Setuju gak?
Ketika bidang usaha itu udah kamu pahami, artinya kamu gak bakal repot-repot lagi dalam melakukan riset. Kamu udah tahu produknya seperti apa, keunggulan dan kekurangannya gimana, dan siapa yang jadi pasarnya.
Tanpa butuh waktu lama, kamu pasti bisa mengeksekusi bisnis ini. Dan kamu juga bisa lebih mudah dalam melakukan analisa laba rugi buat masa depan.
Langkah kedua adalah bikin bisnismu beken di kalangan teman-teman.
Kenapa teman-teman dulu? Soalnya kalau teman-temanmu tahu kamu punya usaha, maka ada dua kemungkinan yang bakal terjadi: pertama adalah dia bisa jadi calon pelangganmu, dan yang kedua dia bisa jadi mitra bisnismu.
Buat yang kedua, kamu tentu paham dong dengan pentingnya memperluas jaringan bisnis alias networking. Jika emang teman-temanmu bisa membantu mengembangkan usaha, tentu kamu yang untung bukan?
3. Jangan gunakan pihak ketiga buat promosi
Ketika sukses, apapun bisa terbeli termasuk Jaguar, Mercedes-Benz, dan kawan-kawannya (Kontan)
Nasihat ketiga ini erat kaitannya sama aktivitas marketing. Pokoknya jangan sampai terjebak menggunakan jasa dari pihak ketiga buat melancarkan strategi promosi.
Apa maksudnya pihak ketiga? Pihak ketiga bisa dikatakan sebagai agency atau konsultan.
Ketika kamu memutuskan buat menggunakan jasa mereka, otomatis bakal ada biaya yang kamu keluaran bukan? Semurah-murahnya jasa mereka, tentu lebih murah lagi kalau kamu sendiri yang merancang strategi promosinya.
Itu dia sebabnya mengapa om Bob memberi nasihat biar kamu memperdalam ilmu komunikasi pemasaran. Kalau bisa melancarkan strategi komunikasi yang baik, maka kamu gak perlu keluar duit lagi buat sewa pihak ketiga.
Nasihat keempat erat kaitannya dengan hal-hal seputar arus kas usahamu. Semua bisnis yang berjalan tentu ada modalnya, ada yang modal duit ada juga yang cuma modal tenaga.
Tapi khusus buat bisnis yang modalnya duit, arus kas hukumnya wajib dijaga. Itu dia sebabnya kamu harus bikin prioritas terhadap proyek-proyek apa yang bakal kamu lakukan dalam waktu dekat dan berapa anggaran biayanya.
Ketika kamu gak bikin prioritas, maka kondisi keuangan makin berantakan. Misalnya, karena gak pernah menganggarkan biaya, aktivitas promosi mungkin jadi gak terkontrol. Semua kegiatan disponsorin, buka booth di sana-sini, pokoknya atas nama “promosi” biar produkmu terkenal.
Lama-kelamaan, segala dana yang dialokasikan buat promosi gak pernah menghasilkan returns yang signifikan. Dan sebagai pemilik bisnis, kamu malah merugi.
5. Jangan buru-buru minjam duit ke bank
Berawal dari bisnis telur ayam negeri, om Bob berhasil punya pasar swalayan (Metrotvnews)
Buat mendirikan bisnis modal kecil untung besar, kamu gak perlu buru-buru minjam dana ke bank. Nanti aja, toh bisnis kamu itu bukan bisnis modal gede. Ya gak?
Bob Sadino menyarankan biar kamu mengajak saudara atau teman buat berinvestasi di bisnismu. Ketika bisnis itu udah menguntungkan, jangan lupa buat membaginya dengan mereka.
Dengan mekanisme ini, sama aja dengan memberikan mereka saham buat usahamu. Gak nutup kemungkinan, jika sewaktu-waktu bisnismu laris, maka mereka berani berinvestasi dengan dana yang lebih besar lagi.
6. Gunakan media sosial
Pebisnis zaman now tentu wajib punya media sosial dong. Karena hal ini bisa jadi senjata ampuh buat promosi.
Walau almarhum om Bob adalah pebisnis zaman old, dia tetap setuju dengan penggunaan medsos. Bob bilang kalau medsos emang praktis banget dalam membantu kegiatan promosi.
Tapi dalam penggunaannya, medsos juga gak boleh asal-asalan ya. Gak bisa tuh kamu asal tag, asal add, atau asal invite atas dasar promosi. Ujung-ujungnya, akun bisnismumu malah diblokir nanti.
Nasihat ketujuh ini sederhana banget tapi sulit diimplementasikan. Pokoknya, sebagai pengusaha dengan bisnis modal kecil, kamu harus tanamkan prinsip modal pas-pasan + kerja keras = memuaskan.
Artinya adalah, gak ada cara lain buat meraup keuntungan besar tanpa kerja keras. Bayangin deh, gimana bisa om Bob membangun sebuah raksasa bisnis saat dia mengalami musibah? Itu bisa terealisasi karena kerja keras.
Jadi seandainya kamu belum siap melakukan hal ini, mending kerja dulu aja deh. Siapkan mental. Kalau sudah oke, baru terjun 100 persen sebagai pengusaha.
8. Jangan bosan
Bisnis emang gak selamanya berjalan mulus dan untung terus. Bisnis ibarat roda yang berputar, kadang kamu ada di atas dan kadang ada kalanya kamu di bawah.
Gak usah menyerah ketika kamu diterjang masalah, apalagi sampai pindah ke usaha lain. Coba buat fokus dan cari terobosan buat menghadapi masalah itu.
Emang sih, ada kalanya kamu harus menjalankan bisnis baru yang emang sesuai dengan masanya. Tapi, itu semua dilakukan jika emang bisnis yang kamu jalani saat itu udah gak relevan.
Sebut aja seperti usaha rental DVD. Zaman sekarang bisnis kayak gitu mana laku bos, cari aja usaha lain.
9. Sabar
Gak ada yang instan, semuanya kudu sabar (Merdeka)
Apapun bisnisnya, kamu harus sabar dalam menjalaninya. Apalagi jika kamu pengin menciptakan bisnis modal kecil untung besar.
Membangun bisnis itu ibarat bangun rumah. Ketika pengin bikin rumah, kamu harus bikin fondasinya terlebih dulu biar bangunannya kokoh. Tanpa fondasi yang ada rumahmu bisa ambruk.
Sama halnya dengan bisnis, kan? Apakah bisnisnya Bob Sadino yang Kemchick itu langsung jadi sekejap mata? Tentu aja gak.
Siap membangun bisnis modal kecil untung besar?
“Bisnis itu cuma modal dengkul. Bahkan jika kamu gak punya dengkul, pinjam punya orang lain.”
Kalimat itu emang kedengarannya sesat, tapi itu yang keluar dari ucapan om Bob lho. Obrolan ini diutarakan olehnya ketika berbincang dengan seseorang.
Secara gak langsung, ucapan ini menandakan kalau bisnis dengan modal berapa aja pasti bisa nguntungin. Asal kamu siap dan serius dalam menjalankannya.
Nah sekarang kamu udah siap belum buat kerja keras demi mewujudkan bisnis modal kecil untung besar? Kalau emang kamu siap, selalu ingat sama sembilan nasihat ini ya.
Sumber : https://www.moneysmart.id/9-nasihat-bob-sadino-biar-bisnis-modal-kecil-untung/
JAKARTA - Peluang di bisnis akomodasi dibaca dengan baik oleh Ferry Unardi. Setelah melihat kebutuhan pemesanan tiket untuk sebuah perjalanan semakin pesat, Ferry kemudian membuka Traveloka. Kini, bisnisnya menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.
Traveloka dimulai pada tahun 2012. Saat itu dia melihat kebutuhan orang akan traveling dan pemesanan tiket pesawat mulai menuntut kemudahan untuk mengakses atau mencari tiket perjalanannya.
Setelah melihat internet di Indonesia yang sudah cukup maju, Ferry menilai bahwa Traveloka sebagai sebuah peluang yang harus dimanfaatkan untuk memberikan efisiensi kepada masyarakat.
"Perjalanan bisnis ini berangkat dari misi kami untuk memudahkan orang untuk mengatur perjalanan dengan menggunakan teknologi," kata Co-Founder dan CEO Traveloka, Ferry Unardi.
Ferry sengaja memulai Traveloka dari Indonesia. Sebelum berekspansi ke luar negeri, bisnis ini berfokus memberikan produk dan layanan perjalanan untuk memecahkan masalah mobilitas di dalam negeri.
Dua tahun awal berdiri, perusahaan ini berfokus pada satu produk yaitu pemesanan tiket pesawat. Perlahan mereka juga merilis layanan pemesanan kamar hotel dan meluncurkan aplikasi Traveloka pada 2014.
Sukses di dalam negeri, Traveloka kemudian memulai ekspansi ke beberapa negara Asia mulai 2015. Lima negara di Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina.
Setelah enam tahun berdiri, Traveloka tidak hanya menjual produk travel saja tapi juga produk dan layanan gaya hidup sehingga aplikaei Traveloka menjadi one-stop booking platform untuk beragam produk travel dan lifestyle. Tidak hanya itu, Traveloka juga telah hadir di 6 negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia.
"Bisa dikatakan kami adalah perusahaan rintisan pertama yang ekspansi ke lima negara lain di Asia Tenggara dan mendapatkan respon yang baik oleh para pengguna kami di setiap marketnya," ujarnya.
Sejak mengekspansi bisnis, Ferry melihat bahwa setiap negara memiliki potensial dan kebutuhan yang berbeda. Traveloka kemudian melakukan pendekatan berdasarkan kebutuhan pengguna di masing-masing negara. Kini perusahaan asal Tanah Air bahkan mendapat respon positif dan menjadi pemimpin pada bisnis serupa di Thailand.
“Kami melakukan pendekatan yang berdasarkan dengan kebutuhan pengguna agar dapat membantu kami dalam menghadirkan produk dan layanan jasa yang tepat bagi pengguna,” katanya.
Sumber : http://entrepreneur.bisnis.com/read/20180916/265/838411/cerita-ferry-unardi-dirikan-traveloka-hingga-masuk-ke-pasar-asia-tenggara
Meskipun tidak lulus SD ternyata tidak membatasi seseorang untuk menjadi sukses
Sukses tidaknya seseorang memang kadang tidak dipengaruhi seberapa tinggi jenjang pendidikan atau jabatan. Realitanya, banyak orang yang sukses di dunia tanpa memiliki gelar ataupun status sosial yang tinggi. Misalnya saja Bill Gates yang pernah di-DO sekolahnya atau Bob Sadino yang pernah menjadi pedagang kaki lima. Kesuksesan lebih ditekankan pada kemauan keras seseorang untuk mengubah nasib.
Begitu pula yang terjadi pada tukang becak di Cirebon ini. Lantaran ingin mengubah nasib dan membahagiakan keluarga, dia mencoba berbagai cara agar menjadi kaya dan sukses. Alhasil kini dengan usahanya itu, dia memiliki laba ratusan juta dan puluhan mobil pribadi. Bagaimana kisah suksesnya? Simak ulasan berikut.
Bahkan hampir tak tamat SD dan hanya seorang becak
Sanim, sama dengan para tukang becak lainnya, setiap pagi dia mencari nafkah dengan mangkal di sekitar area pabrik gula Cirebon. Sanim bukanlah orang yang berpendidikan, dia hanya sekolah sampai SD saja, itupun cuma tidak selesai kelas 4. Akhirnya setelah bingung mau bekerja apa, Sanim memilih untuk bekerja sebagai tukang becak hingga dua tahun.
Tukang Becak [image source]Setiap pagi hingga sore pria ini, Sayangnya kadang penghasilan dari membecak ini seringnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja, sehingga Sanim mesti memutar otak untuk mendapatkan tambahan uang. Bahkan tidak jarang jika Sanim harus berhutang pada tetangga dan keluarga karena hasil yang didapatkan sangat sedikit.
Bekerja menjadi buruh pabrik garam
Bersama teman-teman tukang becaknya, Sanim mendaftar sebagai buruh sebuah pabrik yang waktu itu melakukan lowongan besar-besaran. Meskipun tanpa pengalaman dan pengetahuan, dia berharap bisa lebih meningkatkan kesejahteraan hidupnya dengan menjadi pegawai pabrik. Meskpun nantinya mungkin dia hanya bisa menjadi kuli angkut pabrik.
Punya Pabrik Garam [image source]Tapi bagi Sanim itu lumayan ketimbang harus membecak karena sekarang sudah sangat jarang ada penumpangnya. Ternyata benarlah apa yang dipikirkan Sanim, lambat laun keuangan keluarganya mulai membaik ketimbang saat membecak dulu. Namun sayang dia tidak melanjutkan lama bekerja di sana karena lebih memilih membuka usaha sendiri.
Membuka usaha garam dan sering ditolak pinjaman
Setelah dua bulan bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik garam, Sanim memutuskan untuk keluar. Sangat singkat memang, tapi keputusan yang Sanim ambil ini memang berdasarkan alasan yang kuat. Dia sadar potensi bisnis garam ini bisa lebih maju jika dimanfaatkan dengan baik. Atas dasar tersebut lah pria itu memutuskan untuk membuka garam sendiri. Bersama istrinya dia mendirikan produksi garam di sekitar areal rumah, lambat laun usahnya semakin berkembang saja.
Sering ditolak pinjaman [image source]Namun Sanim sempat terkendala masalah modal yang entah tidak tahu harus cari di mana. Akhirnya dia memutuskan untuk meminjam di bank, tapi yang ada malah ditolak karena keadaan tempat produksinya yang masih bilik dinilai tidak akan profit. Beruntung masih ada bank yang mau meminjamkan uangnya sehingga usahanya masih bisa maju.
Keuntungan 400 juta per bulan dengan dua pabrik
Siapa sangka ternyata usaha keras mantan tukang becak itu membuahkan hasil yang luar biasa. Konon laba dari pabrik garam Sanim bisa sampai 400 juta perbulan, belum lagi kalau sedang naik harga, bisa sampai nominal setengah milyar lebih.
Pak Sanim [image source]Sanim sudah memiliki 2 pabrik besar sebagai tempat industri garamnya, dalam satu hari ada lebih dari 6 truk besar yang siap mengangkut garam milik Sanim. Sudah ratusan orang bekerja padanya, selain itu dia juga memiliki 10 mobil berkat hasil dari produksi garam buatannya.
Kisah Sanim ini seharusnya memberikan motivasi pada diri kita. Seorang tukang becak ternyata juga memiliki kesempatan sukses sama dengan para sarjana. Semua tergantung kemampuan keras pada diri sendiri, apakah mau seperti ini saja atau menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Sumber : https://www.boombastis.com/sanim-becak-pengusaha/106193
Asal ada niat untuk mengubah nasib, pasti kesuksesan akan datang
Kesuksesan kadang bukan hanya dipengaruhi oleh gelar dan jabatan saja. Pasalnya kebanyakan orang sukses tidak selamanya adalah mereka yang memiliki gelar atau jabatan yang tinggi. Justru umumnya adalah mereka orang biasa yang berani mengambil keputusan nekat membuka usaha.
Begitu pula yang terjadi pada pemuda ini, lantaran bosan menjadi seorang buruh pabrik biasa, dia memutuskan untuk membuka usaha. Dan lihat apa yang terjadi beberapa tahun kemudian, buruh pabrik ini memiliki mobil mewah dan pendapatan luar biasa, Bagaimana ceritanya? Simak ulasan berikut.
Hanya seorang buruh pabrik biasa
Awalnya, Adi Ismail hanyalah seorang buruh pabrik tekstil biasa. Namun semakin lama dia bekerja, makin sadar pula bahwa itu bukanlah jalannya. Terus-terusan bekerja dengan mengikuti visi dari orang lain membuat batinnya jadi semakin tersiksa. Apalagi melihat minimnya gaji yang dia terima saat menjadi buruh, hanya cukup buat makan sehari-hari saja.
Merasa sangat penat dengan apa yang selama ini dia lakukan, Adi Ismail memutuskan untuk keluar saja dari pekerjaannya dan mencari pendapatan yang baru. Siapa sangka kalau apa yang dia lakukan itu adalah langkah yang sangat tepat karena mengantarkannya ke jalan kesuksesan.
Mencoba peruntungan pada makanan
Langkah awal yang Adi Ismail lakukan adalah mencoba membuka sebuah usaha untuk mencari pendapatan. Dalam keadaan bingung mau memulai bisnis apa, Adi Ismail akhirnya bertemu temannya Herry, seorang mantan pekerja di sebuah restoran yang juga sudah keluar dari pekerjaannya dan mau menjadi pengusaha juga.
Akhirnya mereka berdua bermitra untuk membuka usaha kuliner bersama yang dirintis mulai dari nol bersama. Alasan pembukaan bisnis makanan ini simple, setiap orang memang butuh makan, oleh sebab itu bisa dipastikan barang yang mereka jual bakal laku keras. Ditambah lagi ada Herry yang memang memiliki latar belakang pengalaman bekerja di sebuah restoran.
Kurang tidur akibat terlalu sibuk
Bersama, mereka berdua mendirikan perusahaan food majestic, di mana usaha tersebut sudah sangat maju hingga ke berbagai sektor. Awalnya perusahaan tersebut hanya fokus pada produk susu, namun semakin lama usahnya jadi sangat berkembang seperti sekarang ini.
Hampir-hampir tidak ada waktu bagi Ismail untuk tidur karena mesti mengatur banyak hal agar perusahaannya tidak sampai collapse. Dengan membaca tren makanan yang sedang booming dan mengikuti banyak bazaar, hal tersebutlah yang digadang sebagai kunci sukses mengelolah perusahaan milik Ismail. Dengan bantuan Herry sebagai COO food majestic, hingga kini perusahaan mereka bisa menghasilkan omset ratusan hingga milyaran rupiah.
Kesuksesan yang diraih sekarang
Akibat usaha kerja kerasnya, kini pengusaha muda itu sudah bisa menuai buahnya. Tidak tanggung-tanggung, dalam satu hari, Ismail dapat mendapatkan uang sampai 36 juta rupiah. Itu semua didapatkan dari bisnis makanan dan beberapa bisnis internet yang sedang ia jalankan. Hampir setiap minggu pria ini mesti terbang ke negara yang berbeda untuk semakin memperlancar bisnis yang dia kelola.
Belum lagi kini Ismail telah memiliki mobil mewah Lamboghini Gallardo yang siap mengantarnya ke manapun dia mau. Dengan usia yang masih 30-an, pria ini telah menjadi salah satu pengusaha sukses asal Indonesia yang berkiprah di luar negeri. Ternyata keputusannya untuk keluar dari pabrik adalah benar, tidak dibayangkan kalau dulu dia tetap bekerja di sana, pasti tidak akan sesukses ini.
Cerita kesuksesan Adi Ismail membuktikan kalau meskipun seorang buruh pabrik biasa ternyata juga bisa menjadi seorang sukses. Bahkan mengalahkan para pekerja profesional yang mungkin bergelar sarjana. Kalau orang seperti Ismail saja bisa, tidak menutup kemungkinan kalau kita juga bisa sukses.
Sumber : https://www.boombastis.com/adi-ismail-buruh-pabrik/107018
Semangat pantang menyerah untuk selalu berbuat kebaikan tidak pernah luntur dalam diri Ahmed Ali. Pria 82 tahun asal Distrik Karimghanj, Negara Bagian Assam, India, ini sangat setia dengan profesinya sebagai pengayuh becak.
Bahkan dari profesi itu, dia sudah mendirikan sekolah untuk anak-anak kurang mampu di desa Madhurband, Patharkandi. Tidak hanya satu, namun sembilan buah.
Kisah Ali dikisahkan dalam siaran radio 42nd 'Mann Ki Baat' yang dipandu langsung oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi. Sang Perdana Menteri memuji langkah Ali yang telah berjasa besar pada masyarakat di sekitar tempat tinggal, dekat perbatasan dengan Bangladesh.
Modi menyebut kerja keras Ali merupakan lambang tekad yang dimiliki rakyat India.
" Saat saya harus membaca surat Anda tentang bagaimana seorang pengayuh becak dari Karimghanj di Assam, Ahmed Ali, telah membangun sembilan sekolah bagi anak-anak kurang mampu, ini sekilas memberikan pandangan kepada saya tentang tekad dari negara ini," ujar Modi, dikutip dari India Times, dikutip pada Rabu, 28 Maret 2018.
Ikhlas Karena Allah SWT
Ali sempat mendengarkan siaran tersebut bersama istri, ketiga anaknya, dan para kerabatnya. Wajahnya sempat terbelalak ketika namanya disebut.
" Saya memulai pekerjaan saya dengan berharap kepada Allah SWT dan meraih keberhasilan berkat dorongan penduduk setempat," ucap Ali, yang punya pengalaman putus sekolah.
Ali kemudian bercerita pada 1978, dia menjual sebidang tanangnya dan mengumpulkan sedikit uang dari tetangga desanya untuk mendirikan sekolah dasar.
Selama 40 tahun, Ali terus menjalankan langkah tersebut, hingga berdiri sembilan sekolah, tiga sekolah dasar, lima sekolah menengah pertama dan satu sekolah menengah atas.
Ali memiliki tanah seluas 36 bigha, setara 48.240 meter persegi. dari luas tersebut, sebanyak 32 bigha tanahnya, setara 42.880 meter persegi telah dia gunakan untuk mendirikan sekolah. Ukuran tanah 1 bigha di Assam setara dengan 1.340 meter persegi.
Punya SD, SMP, SMA, Bakal Punya Perguruan Tinggi
Dari sembilan sekolah yang dia dirikan, hanya satu sekolah yang menggunakan nama Ali. Itupun karena desakan dari warga desa.
" Saya punya mimpi bisa membangun setidaknya 10 sekolah di lingkungan saya. Saya sekarang ingin membangun perguruan tinggi sesegera mungkin agar para pelajar dari keluarga miskin tidak berhenti menempuh pendidikan usai lulus dari jelas 10," ucap Ali.
Ali mengaku punya pengalaman pahit putus sekolah karena miskin. Pengalaman itu sangat menyakitkan baginya.
" Saya tidak ingin melihat anak putus sekolah dari keluarga miskin lagi. Ini merupakan dosa siapa saja jika membiarkan ada anak yang tidak dididik. Saya merasa bahagia bisa melihat anak laki-laki dan perempuan di desa bisa sekolah," kata dia.
Sumber : https://www.dream.co.id/orbit/masya-allah-pengayuh-becak-ini-sukses-dirikan-9-sekolah-180328s.html
Usai videonya diunggah, pedagang tersebut dibanjiri pujian netizen.
Tak perlu menunggu kaya untuk menjadi dermawan. Kita bisa mencontoh seorang pedagang bakso satu ini.
Pedagang bakso ini tertangkap kamera sedang menyiapkan semangkok bakso. Bukan sedang melayani pembeli, bakso itu ternyata diberikan kepada seorang tuna wisma yang duduk tidak jauh dari gerobaknya.
Rekaman video aksi dermawan pedagang bakso ini viral di media sosial usai diunggah oleh pemilik akun Facebook Abdul Mutawakil Husain ke Grup Portal Gorontalo.
" Sudah sepantasnya kt sebagai manusia hrus saling mengasihi, smoga rejeki bapak dilancarkan oleh Allah SWT," tulis Abdul.
Di video itu, terlihat seorang pedagang bakso keliling menghentikan gerobaknya di pinggir jalan. Tak berapa lama pedagang itu membawa semangkuk bakso yang diberikan kepada seorang pria diduga gelandangan yang duduk di pinggir jalan.
Aksi dermawan pedagang bakso itu direkam tanpa sepengetahuannya. Usai videonya diunggah, pedagang tersebut dibanjiri pujian netizen.
Seorangwanitabernama Kathryn Minshew, tak patah arang ketika investor menolak menanamkan modal di bisnis rintisan (startup) miliknya. Penolakan ini tak terjadi sekali dua kali, tetapi juga 148 kali.
Menyerah? Tidak. Minshew terus berusaha sampai akhirnya ada yang mau berinvestasi di startup karier yang dirintis, The Muse.
Dilansir dari Business Insider, Senin 2 April 2018, startup konsultan karier dan pencarian kerja ini mampu mencetak pendapatan sebesar US$30 juta (Rp412,77 miliar).
Minshew yang menjadi CEO sekaligus Cofounder The Muse berbagi tips sukses menggaet investor. Ada dua cara yang harus dilakukan seorang pebisnis baru agar investor tertarik membenamkan dananya. Apa saja?
Pertama, menentukan waktu rapat. Minshew mengaku dulu mengadakan rapat dengan investor jika ada waktu. Kini, cara ini ditinggalkan. Dia meminta investor untuk mengikuti jadwal rapatnya.
“ Saat ini saya selalu bilang, ‘Saat ini, saya selalu bilang harus menyelesaikan urusan di rapat pertama pada tanggal sekian. Izinkan saya tahu jika Anda bisa atau tidak. Jika tidak bisa, tidak apa-apa’,” kata dia.
Yang kedua, Minshew tak pernah membeberkan siapa dirinya di depan investor. Jika mengaku sebagai CEO, investor akan merasa tidak nyaman. Sebaliknya, jika mengaku sebagai konsultan, investor akan memberikan masukan yang lebih baik.
“ Jika memberi tahu Anda seorang CEO, investor atau orang yang kita ajak rapat akan memberikan masukan yang positif karena tak ingin menyakitkan perasaan. Namun, jika mengaku sebagai konsultan atau semacamnya, mereka akan memberikan masukan yang lebih jujur,” kata dia.(Sah)
Sumber : https://www.dream.co.id/dinar/ditolak-148-investor-wanita-ini-sukses-rintis-startup-1804029.html
Sholat adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Begitu azan berkumandang, kewajiban itu harus segera ditunaikan.
Kesadaran ini tampaknya sudah tertanam dalam diri seorang pedagang minuman di bilangan Jakarta Pusat. Begitu azan berkumandang, pedagang wanita ini seketika melaksanakan sholat, meski di pinggir jalan.
Tanpa disadari, pengasong perempuan ini tertangkap kamera saat menjalankan sholat di samping gerobaknya. Video itu segera menjadi viral setelah diunggah oleh pemilik akun Facebook Eris Riswandi.
" Mencari nafkah adalah kewajiban, sholat lima waktu pun adalah kewajiban," tulis Eris.
Menurut Eris, pedagang tersebut sholat di pinggir jalan karena tidak ada yang menjaga gerobaknya. Maklum, dia hidup sendirian di Jakarta.
" Bagi si ibu saat azan berkumandang tidak ada waktu lagi untuk menunda kewajiban," tulis Eris.
Eris menambahkan, pedagang tersebut biasa berjualan di sekitar Monas hingga dekat Masjid Istiqlal.
Sumber : https://www.dream.co.id/orbit/allahu-akbar-pedagang-ini-tak-risih-sholat-di-tepi-jalan-180404k.html
Bagi mereka yang pantang menyerah, rasanya tak ada halangan apapun yang dapat menahannya terus maju saat bergelut di dunia bisnis. Simak saja perjalanan Suna Kirac yang didiagnosa menderita penyakit saraf progresif, Amyotrophic lateral sclerosis(ALS) pada 2000, tapi sukses mencatatkan namanya sebagai salah satumiliarderterkaya di dunia tujuh tahun kemudian.
Bayangkan saja, melansir laman Wealth-X, Jumat (2/3/2018), sejak saat itu, Kirac hanya dapat berkomunikasi menggunakan matanya saja. Itu lantaran penyakitnya terbilang sangat serius dan menyebabkan kelemahan otot. Lebih parah lagi, ALS dapat memicu kecacatan hingga akhirnya kematian.
Suna Kirac lahir di Ankara, Turki pada 1941. Ketertarikannya akan dunia bisnis, diturunkan dari sang ayah, Vehbi Koc. Ayahnya merupakan pendiri Koc Holding, salah satu perusahaan besar di Turki yang bergerak di bidang energi, otomotif, makanan, dan keuangan.
Sebagai anak bungsu dari pengusaha kaya dan ternama, Kirac tidak tumbuh sebagai anak manja yang hanya mengandalkan harta orangtua. Sejak kecil, Kirac terkenal senang menantang dirinya sendiri untuk menjadi sosok yang produktif.
Tak seperti kebanyakan anak orang kaya lain, dia kerap tidak menggunakan fasilitas yang diberikan orangtuanya. Masuk ke dunia perkuliahan, Kirac memilih fokus mempelajari perbankan dan keuangan.
Perjalanan karier
Suna Kirac yang didiagnosa menderita penyakit saraf progresif, ALS mampu mencatatkan namanya sebagai salah satu miliarder terkaya di dunia. (Sumber foto: Celebrity Gyaan)
Kirac memulai kehidupan kariernya dengan bekerja sebagai asisten di Vehbi Koc pada 1960. Lima tahun kemudian, ia mendapatkan promisi menjadi sekretaris di perusahaannya. Pada 1980, Kirac lantas ditunjuk menjadi wakil presiden direktur oleh dewan direksi perusahaan. Sejak saat itu, dia lantas menjabat berbagai posisi di dewan direksi di beberapa anak usaha Koc Holding, baik sebagai presiden atau dewan.
Berkecimpung di dunia bisnis, Kirac tak melupakan dunia pendidikan. Secara pribadi, ia mendanai konstruksi Suna Kirac Hall di Roberct College. Dia juga turut mendirikan yayasan Koc Ozel dan Koc University.
Banyaknya energi dan komitmen yang dicurahkan Kirac dalam menjalani kariernya di dunia bisnis ternyata harus terganjal berita buruk. Dirinya didiagnosa menderita ALS yang melumpuhkan hampir semua otot tubuhnya. Sejak saat itu, Kirac hanya dapat berkomunikasi menggunakan mata.
Sakit bukanlah penghalang
Bukan Kirac namanya jika ia menyerah begitu saja. Meski hanya bisa menyampaikan maksudnya lewat mata, Kirac terus bertahan untuk tetap produktif. Dirinya masih melanjutkan tugas dari seluruh jabatan yang telah ia emban selama ini.
Tak heran, pada 2007, ia sukses mencatatkan namanya sebagai salah satu miliarder terkaya di dunia dengan total harta sebesar US$ 1,2 miliar. Kini dengan harta senilai US$ 2 miliar, Kirac menjadi orang terkaya ke-8 di Turki.
Dengan suaminya, ia juga mendirikan Pera Museum yang memamerkan berbagai jenis lukisan oriental dan sejumlah benda antik lain.
Daya juang Kirac memang patut diacungi jempol. Meski hanya bisa berkomunikasi lewat mata, Kirac terus berusaha keras mengedepankan keinginannya untuk mendulang sukses di dunia bisnis. Sakitnya jelas tak jadi penghalang.
Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/3336221/lumpuh-dan-bisu-wanita-ini-sukses-jadi-miliarder?source=search