Loading...
Aku memang suka mendobrak kenyamanan. Di saat para pendiri bisnis terus bertahan di puncak kepemimpinan dalam bisnis sampai akhir hayatnya, aku melepaskannya kepada anak-anak muda tiga puluh tahunan yang sudah aku kader bertahun-tahun.
Kekuasaan itu melenakan. Keberhasilan demi keberhasilan, bisa membuatku lengah. Dan aku memilih untuk meninggalkan tumpukan keberhasilanku, saat perusahaan sedang ada di posisi puncak. Setidaknya, orang akan mengenangku seperti itu.
Tengoklah. Ada di antara mereka, anak-anak muda itu, seorang anak muda yang telah membukukan kerugian perusahaan milyaran rupiah, tapi tetap aku pertahankan dan bahkan aku pernah merencanakan bahwa suatu saat dialah yang melanjutkan kepemimpinan ini, sejak jauh-jauh hari.
Dan itu sekarang sudah terjadi. Buatku, itu adalah bagian dari kaderisasi kepemimpinan, yang akan terus ditingkatkan oleh sedikit keberhasilan, dan lebih banyak kegagalan.
Aku akan tetap mempertahankan mereka kecuali satu hal. Cacat integritas ...
Kutulis saat diingatkan seorang sahabat, Arif Abdullah, dalam sebuah perjalanan menuju Antariksa Resort. Semoga ini bisa menjadi amal jariyah buat sang Maestro ...
Photo : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1060357837305&set=a.1046188523081.8661.1476691083&type=3&theater
Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/52be94af6a9a466b85ad367cdbcbb7c4?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...

EmoticonEmoticon