Bob and Me : Da'iPreneur

Loading...
Kedekatan dengan sang Maestro, seringkali juga dimanfaatkan oleh teman-teman saya sesama pegiat di Dompet Dhuafa. 
Salah satunya adalah ketika teman-teman di Lembaga Pengabdian masyarakat DD ingin mengadakan pelatihan Da'iPreneur. Maksudnya adalah membekali para da'i (juru dakwah) dengan keterampilan berwirausaha.

Jadilah oom sebagai pembicara di hadapan para da'i binaan Dompet Dhuafa yang jumlahnya lumayan banyak. 
Tetap dengan uniform yang biasa dikenakan : celana buntung berbahan jeans dan baju hem dengan lengan tak berjahit. Di belakang para audiens, saya memantau jalannya seminar. Ada saya dengar diskusi pendek para da'i soal aurat …
Seperti biasa, oom hanya memberi pendahuluan 10-15 menit. Setelah itu, audiens dipersilahkan bertanya soal apa saja. Ada satu pertanyaan menarik, dan dijawab dengan sama menariknya. Pertanyaannya berkisar soal profesi juru dakwah dan entrepreneur, yang menyatu dalam diri seseorang.
Ini jawaban oom : Kalau mau jadi juru dakwah, ya da'i saja. Kalau mau jadi entrepreneur, ya entrepreneur saja. Jangan dicampur. Nanti malah profesi da'i 'diperdagangkan'. Diundang kemana-mana pasang tarif tinggi. 
Kalau serius mau gabungkan keduanya, jadilah seperti almarhum HOS Tjokroaminoto. Jadi pengusaha dulu. Sukses dulu. Setelah itu baru berdakwah. Kemana-mana, dengan biaya sendiri.
Itu baru Da'iPreneur …
Sumber artikel : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/5170c99f451e45ab9a333fea4eb4f8d0?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
Sumber foto : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1416006928310&set=a.1415888445348.55964.1476691083&type=3&theater
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon