Loading...
Jay, lihat ini (sang Maestro menunjuk pada sebuah ranting pohon, di mana tampak proses akhir metamorfosis kepompong menjadi kupu-kupu sedang terjadi).
Calon kupu-kupu yang sudah hampir sempurna wujudnya, sudah lengkap dengan sepasang sayap yang indah, tengah menggeliat keluar dari selongsong kepompong.
Jika kita membantu si bakal kupu-kupu ini mempercepat prosesnya menjadi kupu-kupu sempurna, berhasilkah?
Belum pernah coba oom, jawab saya. Tapi bisa jadi proses menjadi kupu-kupunya menjadi lebih cepat.
Gob ... (tetiba saya rindu sekali kata-kata itu. Sebuah kata yang seringkali dianggap menghina, tapi kemudian berhasil saya reframing menjadi keinginan untuk terus belajar).
Kupu-kupu ini akan tumbuh menjadi kupu-kupu cacat, seumur hidupnya. Tidak akan pernah menjadi kupu-kupu sempurna, yang mampu terbang dengan memamerkan corak indah sayapnya.
Bantuan yang ia terima, kemudahan yang ia dapatkan secara tanpa hak, menjadi titik kelemahan yang dibawanya seumur hidup ...
(Usai makan pagi di Tokyo Tower, sebelum berangkat ke Kyoto. Duuuuuh oom. Terus terang, ini yang membuatku harus tega membuat aneka kesulitan buat anakku satu-satunya. Kesulitan yang tidak mematikan, akan menguatkan)
Sumber Foto : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1140330877791&set=t.1476691083&type=3&theater
Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/5c75f6dfc81e4818bda56f47bd516686?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...

EmoticonEmoticon