Loading...
Josh Sundquist adalah seorang penyandang disabilitas yang inspiratif. Ia menolak minder karena keterbatasan fisiknya.
Untuk menyemangati orang-orang seperti dirinya, Josh membuat kostum Halloween unik setiap tahun. Kostum Halloween yang hanya bisa dipakai oleh orang seperti dirinya.
Tahun 2010, dia menjadi karakter biskuit jahe dari Shrek yang sudah digigit separuh.
Pada tahun 2012, ia menjadi “lampu kaki” yang dikenal dari film “A Chirstmas Story.”
Pada 2013, ia masih bisa mengambil keuntungan dari karakteristik satu kaki, menjadi gaun flamingo, tampilan klasik yang sulit untuk dikontrol oleh orang-orang pada umumnya.
Dan pada tahun 2014, ia menjadi pemain football
Pada tahun 2015, ia masih saja humoris, mencoba menirukan papan iklan di pinggir jalan dengan menutupi bagian pinggang hingga kepala dengan balok yang menyerupai papan iklan.
2016 lalu, Josh mengambil tema lelucon klasik, memakai kostum Lumiere, tempat lilin si cerewet dalam animasi Beauty and The Beast. (@JoshSundquist)
Menurut keterangan Josh di situs pribadinya, dia didiagnosis mengidap kanker pada usia 9 tahun. Kesempatannya untuk sembuh sekitar 50 persen.
Dia menjalani pengobatan selama empat tahun. Pada usia 13 tahun, Josh dinyatakan sembuh. Namun sebelah kakinya harus diamputasi.
John tak berkecil hati dengan kondisinya. Di usia 16 tahun dia mengikuti perlombaan ski. Sekarang dia mengabdikan hidup untuk menjadi motivator.
Josh yang menemukan kembali kepercayaan dirinya melalui olahraga tidak berhenti sampai disitu, sebaliknya justeru terjun ke aneka jenis olahraga, seperti kompetisi bersepeda tunggal, skating dan lainnya.
Dan dia juga pernah mewakili Amerika Serikat dalam pertandingan sepak bola penyandang disabilitas.
Belakangan, setelah pensiun dari statusnya sebagai atlet, Josh yang tidak terbiasa santai sejenak kemudian beralih ke dalam pelukan olahraga lain : kebugaran.
Dengan kontrol diet yang ketat plus beragam fitness.
Bentuk badan Josh pun menjadi lebih berotot dan kekar.
Selain bersinar di bidang olahraga, Josh juga berhasil mengatasi berbagai kekhawatiran dari sisi fisiknya, ia berbagi tentang perjalanan hidupnya di atas panggung, menjadi seorang motivator.
Dari ceritanya, kita bisa melihat perjalanan hidupnya tidak serta merta menjadi suram hanya karena kehilangan sebelah kakinya.
Sebaliknya justeru membuatnya hidupnya lebih semarak dan berwarna, dan dengan cara uniknya dia melamar kekasihnya hingga jatuh ke dalam pelukannya.
“Sebelumnya, saya berharap bisa mengatasi kecanggungan saya akibat cacat yang saya derita ini melalui humor.”
“Tapi sekarang, saya sudah bisa menerima sepenuhnya kekurangan saya, dan tidak akan lagi merasa canggung.”
Setelah membaca kisahnya, membuat kita menyadari bahwa hanya dengan sikap optimis dan tegar, kita baru bisa menciptakan dunia hidup kita sendiri, karena orang-orang yang gagal itu seringkali kandas pada sikapnya sendiri. (Jhon/asr)
Sumber : Beautieslife
Sumber : http://www.erabaru.net/2017/06/30/kaki-kirinya-terpaksa-diamputasi-karena-kanker-tulang-dikarenakan-sikapnya-yang-optimis-membuatnya-berhasil-menorehkan-sepotong-perjalanan-dan-pengalaman-hidup-sangat-mengesankan/loading...
Loading...













EmoticonEmoticon