Bob and Me : Karyawan adalah Aset

Loading...
‘Oom. Saya membaca banyak artikel, dan juga beberapa praktisi SDM yang menyatakan bahwa Sumber Daya Manusia, atau karyawan di perusahaan kita adalah aset. Bagaimana menurut oom?’

Sungguh, ini pertanyaan berat. Mengapa? Karena bertahun-tahun saya bekerja, beberapa kali ganti perusahaan, idiom itu selalu jadi omongan semua orang di bagian SDM. 
Sayangnya, idiom tinggal idiom. Hanya sekedar jargon. Karyawan datang dan pergi seperti orang menghitung tasbih. Turn over cepat sekali. 
Seringkali karyawan dengan prestasi tinggi, justru paling cepat resign. Yang tertinggal adalah orang-orang yang tidak punya prospek lagi di tempat lain. 
Pengalaman pribadi, pernah saya bekerja di suatu perusahaan hanya untuk waktu dua bulan saja. Bukan karena tanpa prestasi, tapi karena intrik di dalam terlalu kuat dan itu nggak saya banget …
‘Nyet (aha …, sekarang saya rindu sekali panggilan itu). Orang sekarang memang suka jargon. Senang slogan. Buat gue, karyawan ada dua macam. 
1. Karyawan yang bisa dibina 
2. Karyawan yang bisa dibina ‘sakan’. 
Yang kedua, jangan biarkan karyawan seperti itu masuk perusahaan kita. Kalau terpaksanya sudah ada, secepat mungkin buat dia keluar. Karyawan seperti ini bisa mempercepat perusahaan binasa. 
Tipe pertama, ini aset yang sebenarnya. Karyawan model begini yang harus terus dipertahankan, dengan memberinya suasana kerja yang nyaman, imbalan yang memadai sesuai kontribusinya, dan penghargaan yang tepat untuk setiap prestasinya.
So, nggak semua karyawan adalah aset. Harus dibedakan jenisnya, dan juga perlakuannya. Yang bukan aset, segera saja dilikuidasi …
Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/80454baef3cc4a3b96e47407cb6c00ba?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...

1 comments:


EmoticonEmoticon