Bob and Me : Jas Presiden

Loading...
Salah satu kebiasaan sang Maestro yang tidak pernah ditinggalkan saat beliau masih sehat adalah membaca. 
Entah itu koran maupun buku. Di meja makan, tempat kami biasa berdiskusi, setidaknya ada 4 harian berskala nasional yang tersaji.

Sekali waktu, oom menunjukkan sebuah foto di halaman depan harian ibukota. Gambar seorang presiden di republik ini, yang tengah menyambut seorang tamu negara, presiden dari negara sahabat.
‘Kasihan presiden kita. Cuma bisa beli jas bagus dan mahal. Tapi nggak bisa pakai.’
‘Memangnya kenapa oom?’ tanya saya sambil melirik ke arah koran di tangan sang Maestro. Terlihat gambar dua orang presiden yang mengenakan jas dengan dua kancing, dan dasi. 
Presiden negara sahabat hanya mengancingkan satu kancing jasnya, sedangkan presiden kita mengancingkan kedua kancing jasnya.
‘Jay. Pakai jas itu ada etiketnya. Mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat mengenakan jas. 
Apa yang boleh dan tidak boleh dimasukkan ke dalam saku jas. Bukan cuma sekedar bisa beli lalu pakai semaunya. Di Indonesia mungkin nggak akan banyak orang yang protes. Bisa jadi karena nggak banyak juga yang tahu etiket mengenakan jas. 
Tapi seiring dengan perkembangan teknologi, foto seseorang mengenakan jas bisa tersebar di internet dan sosial media. Nah kalau ada rekan asing melihat foto itu, dia akan menilai orang itu dari etiketnya berjas.’
Sumber Artikel : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/ba3ecb5937f34ab3a5def9554081c214?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
Sumber Foto : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1591342311585&set=a.1591337071454.85225.1476691083&type=3&theater
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon