Bob and Me : Anak Zaman

Loading...
Nal, aku serahkan pengelolaan bisnisku pada anak-anak muda, anak-anak zamannya, dengan harapan mereka punya kemampuan yang lebih baik dalam mengantisipasi perubahan zaman. 

Zaman berubah cepat. Kemampuan fisik dan mentalku sudah tidak sekuat saat aku masih muda dahulu. Daya fikir dan adaptasiku pun sudah jauh menurun.
Kulakukan ini, saat aku masih hidup. Harapanku, setidaknya aku masih bisa mengawasinya sampai aku meninggal kelak. 
Kalau terjadi sesuatu pada bisnisku, aku masih bisa melakukan sesuatu untuk mengembalikannya ke rel yang benar. Syukur kalau malah berkembang semakin besar.
(Oom ingin memastikan bahwa bisnis ini akan semakin besar bahkan ketika oom sudah tiada?)
Tidak sampai ke situ gob ... Setelah aku meninggal, tidak ada lagi urusanku dengan dunia. Bisa jadi aku masih disibukkan dengan kegiatan menjawab pertanyaan dari para malaikat. 
Yang ingin aku pastikan adalah bahwa warisanku masih dalam kondisi baik saat aku tinggalkan. Itulah sejarah yang aku tinggalkan. Setelah itu, biarlah sejarah yang mencatatnya untuk dia ...
(Saya merenung. Mungkin inilah sesungguhnya filosofi Ki Hadjar Dewantara. Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani).
Sumber Artikel : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/d755d1c1d0794bf994602ba7bcaceefc?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
Sumber foto : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1591337831473&set=a.1591337071454.85225.1476691083&type=3&theater
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon