Loading...
Sebagai salah satu artis hiphop, nama Jay-Z tentu sudah tak asing lagi. Melalui kekayaan yang mencapai US$810 juta membuat penyanyi itu masuk daftar artis hiphop terkaya Forbes.
Kekayaan pria dengan nama asli Shawn Carter itu adalah hasil peluh keringat dan kerja keras. Jay-Z mulai merintis kerajaan bisnisnya pasca meluncurkan album pertama (Reasonable Doubt) melalui Roc-A-Fella Records pada 1996.
Sejak saat itu, Jay-Z juga mulai fokus dengan bisnisnya. Bahkan, ia juga mulai fokus menjadi investor. Hingga saat ini, Jay-Z sudah lebih dari 10 kali menyuntikkan dana ke perusahaan rintisan Tidal yang kini valuasinya mencapai US$600 juta.
Artis 44 tahun itu juga meluncurkan album baru 4:44 di tahun ini. Ada banyak pelajaran bisa kamu dapat dari Jay-Z, berikut rangkuman CNBC untukmu.
Percaya Pada Kemampuan Diri
Sebelum menjadi artis besar, Jay-Z sempat gagal diterima perusahaan rekaman. Akhirnya, bersama dua rekan bisnisnya, Jay-Z mendirikan perusahaan rekaman sendiri dan memproduksi album pertamanya pada 1996. Setelah itu, Direktur Perusahaan Def Jam Kevin Liles datang dan menawarkan kontrak.
“Saya punya perusahaan sendiri untuk memproduksi musik saya," kata Kevin meniru jawaban Jay-Z saat itu. Tidak menandatangani kontrak itu, Jay-Z memilih menjual setengah saham perusahaannya seharga US$1,5 juta. Pada tujuh tahun kemudian, Def Jam membeli sisa saham Roc-A-Fella senilai US$10 juta dan meminta suami Beyonce itu menjadi CEO selama tiga tahun.
Jeli Melihat Peluang Besar
Pada 2003, Jay-Z bekerja sama Nike, kemudian Reebok. Kerja sama ini ternyata berhasil membuat Jay-Z menjual 10 ribu pasang sepatu seharga US$150 dalam empat jam pertama. Tak berhenti disitu saja, Jay-Z juga membeli seperlima saham klub basket NBA, Nets.
Kemudian, Jay-Z memindahkan markas klub itu dari New Jersey ke kampung halamannya di Brooklyn. Menurut laporan Forbes, Jay-Z berinvestasi US$1 juta ke Nets dan pada 2013, ia menjual sahamnya dan berhasil mendapat keuntungan 135% dari investasi awal.
Berpikir Jangka Panjang
Pada 2006, Jay-Z mempromosikan album Kingdom Come bersama perusahaan bir Budweiser. Setelah 10 tahun, kerja sama itu masih terjaga dan Budweiser menjadi sponsor tahunan acara tahunan Jay-Z, American Festival.
Menjaga Citra Diri
Pada 1999, Jay-Z dan Damon Dash meluncurkan merek baju Rocawear. Pada delapan tahun kemudian, Jay-Z menjualnya senilai US$204 juta pada Iconix Brand Group. Namun, untuk menjaga namanya, Jay-Z tetap mengawasi bagian kreatif Rocawear.
Aktif di Kegiatan Sosial
Sebagai sosok sukses, Jay-Z ternyata memiliki kepedulian pada banyak hal. Salah satu contohnya seperti tulisannya di Time, Jay-Z menyumbang organisasi Color of Change dan Southerners yang fokus membantu orang yang dipenjara namun tidak terbukti bersalah.
Kekayaan pria dengan nama asli Shawn Carter itu adalah hasil peluh keringat dan kerja keras. Jay-Z mulai merintis kerajaan bisnisnya pasca meluncurkan album pertama (Reasonable Doubt) melalui Roc-A-Fella Records pada 1996.
Sejak saat itu, Jay-Z juga mulai fokus dengan bisnisnya. Bahkan, ia juga mulai fokus menjadi investor. Hingga saat ini, Jay-Z sudah lebih dari 10 kali menyuntikkan dana ke perusahaan rintisan Tidal yang kini valuasinya mencapai US$600 juta.
Artis 44 tahun itu juga meluncurkan album baru 4:44 di tahun ini. Ada banyak pelajaran bisa kamu dapat dari Jay-Z, berikut rangkuman CNBC untukmu.
Percaya Pada Kemampuan Diri
Sebelum menjadi artis besar, Jay-Z sempat gagal diterima perusahaan rekaman. Akhirnya, bersama dua rekan bisnisnya, Jay-Z mendirikan perusahaan rekaman sendiri dan memproduksi album pertamanya pada 1996. Setelah itu, Direktur Perusahaan Def Jam Kevin Liles datang dan menawarkan kontrak.
“Saya punya perusahaan sendiri untuk memproduksi musik saya," kata Kevin meniru jawaban Jay-Z saat itu. Tidak menandatangani kontrak itu, Jay-Z memilih menjual setengah saham perusahaannya seharga US$1,5 juta. Pada tujuh tahun kemudian, Def Jam membeli sisa saham Roc-A-Fella senilai US$10 juta dan meminta suami Beyonce itu menjadi CEO selama tiga tahun.
Jeli Melihat Peluang Besar
Pada 2003, Jay-Z bekerja sama Nike, kemudian Reebok. Kerja sama ini ternyata berhasil membuat Jay-Z menjual 10 ribu pasang sepatu seharga US$150 dalam empat jam pertama. Tak berhenti disitu saja, Jay-Z juga membeli seperlima saham klub basket NBA, Nets.
Kemudian, Jay-Z memindahkan markas klub itu dari New Jersey ke kampung halamannya di Brooklyn. Menurut laporan Forbes, Jay-Z berinvestasi US$1 juta ke Nets dan pada 2013, ia menjual sahamnya dan berhasil mendapat keuntungan 135% dari investasi awal.
Berpikir Jangka Panjang
Pada 2006, Jay-Z mempromosikan album Kingdom Come bersama perusahaan bir Budweiser. Setelah 10 tahun, kerja sama itu masih terjaga dan Budweiser menjadi sponsor tahunan acara tahunan Jay-Z, American Festival.
Menjaga Citra Diri
Pada 1999, Jay-Z dan Damon Dash meluncurkan merek baju Rocawear. Pada delapan tahun kemudian, Jay-Z menjualnya senilai US$204 juta pada Iconix Brand Group. Namun, untuk menjaga namanya, Jay-Z tetap mengawasi bagian kreatif Rocawear.
Aktif di Kegiatan Sosial
Sebagai sosok sukses, Jay-Z ternyata memiliki kepedulian pada banyak hal. Salah satu contohnya seperti tulisannya di Time, Jay-Z menyumbang organisasi Color of Change dan Southerners yang fokus membantu orang yang dipenjara namun tidak terbukti bersalah.
Sumber : http://smart-money.co/bisnis/mari-intip-bagaimana-jay-z-membangun-kekayaan
loading...
Loading...
EmoticonEmoticon