Loading...
Jay. Kenapa aku serahkan kepemimpinan bisnis ini pada generasi berikutnya, yang bukan anak-anakku?
Aku sadari bahwa aku bakal tua. Pasti. Dan pada kondisi seperti itu, aku akan semakin lamban dalam banyak hal. Soal teknologi saja, kamu tahu persis kalau aku baru-baru ini saja bisa SMS-an.
Di era BlackBerry, aku masih setia menggunakan Nokia butut ini. Akan banyak perubahan di masa depan, yang sangat boleh jadi, akan lambat diantisipasi kalau aku masih di atas.
Dua generasi kepemimpinan di negeri ini sudah menjadi contoh yang nyata. Yang terakhir, sempat terucap madeg pandito, tapi sudah terlambat.
Kekuasaan memang seringkali membuat kita terlena. Walaupun usaha ini milikku sendiri, tapi aku harus siap berubah sebelum dilindas arus perubahan itu. Akibatnya, kejatuhan sulit terelakkan.
So, sebelum itu terjadi, aku memilih undur diri dari kerumunan. Aku ingin jadi begawan. Menularkan pengalaman hidup, sambil mendekat kepada Yang Maha Kuasa, dengan caraku sendiri.
… Pada suatu ketika, duduk berdua, berhadap-hadapan. Dengan secangkir espresso hangat yang hanya boleh dihidangkan saat sang maestro ada si lokasi ...
Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/2f25bb2fd84049ceb98c884de384bfcd?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...

EmoticonEmoticon